JAKARTA, KabarMedan.com | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya memenuhi tuntutan rakyat yang menentang pengadaan gorden seharga Rp43,5 miliar. Pengadaan gorden tersebut telah dibatalkan setelah menempuh rapat dan diskusi panjang dalam internal DPR.
“Kami akan meminta Sekretariat Jenderal DPR RI untuk meninjau kembali pagu anggaran tersebut. Saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dan kelangkaan minyak goreng, jadi harus lebih menghemat anggaran. Kita harus punya sense of crisis,” terang Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR Agung Budi Santoso, dilansir dari Suara.com, Kamis (19/5/2022).
Meski telah membatalkan pengadaan gorden dengan nilai anggaran fantastis tersebut, DPR akhirnya memutuskan untuk menganggarkan pengadaan lift baru.
Inilah deretan fakta mengenai anggaran DPR untuk pengadaan lift baru.
- Anggarkan Rp55 miliar untuk ganti lift
Anggaran ganti lift yang dirancang juga tidak kalah fantastis dengan pengadaan gorden, yaitu mencapai Rp55 miliar.
Adapun rincian lengkap dari anggaran tersebut adalah Rp55,495 miliar melalui proses lelang. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mengganti lift Gedung Nusantara I.
- Tender dimenangkan oleh PT Angkasa Pura Solusi
Sekjen DPR RI Indra Iskandar menjelaskan bahwa lelang tersebut dibuka seluas-luasnya untuk berbagai pihak. Baik BUMN maupun non-BUMN dapat tergabung dalam lelang tersebut dan menjadi calon tender.
Lelang tersebut akhirnya dimenangkan oleh PT Angkasa Pura Solusi yang akhirnya menjadi tender untuk ganti lift gedung DPR.
“Memang dia (PT Angkasa Pura Solusi) semua di airport-airpory memang dia yang mengerjakan kok, Angkasa Pura Solusi. Lelangnya terbuka ya semua siapapun bisa ikut. Siapapun yang menang bisa, mau BUMN nggak BUMN, nggak ada masalah kok ini,” terang Indra.
- Tender dibuat 2020 silam
Rincian tender tersebut dapat dilihat diketahui melalui laman LPSE DPR dengan kode RUP 650087. Mengutip dari laman tersebut, tender dibuat pada 27 November 2020 dan selesai 8 Januari 2021.
PT Angkasa Pura Solusi memenangkan tender dengan harga penawaran Rp54.342.800.000,50 dan harga negosiasi Rp54.342.800.000,50.
- Lift diganti bukan karena macet, tetapi karena debu
Dalam kesempatan yang sama, Indra juga membantah kabar lift yang baru diganti tersebut sering macet.
“Siapa yang bilang masih macet itu. Kemarin saya sudah jelasin, lift itu inverternya tertutup debu. Saat debu itu menebal, sensor listriknya itu tidak bekerja,” tambah Indra.
- Lift sudah kembali normal
Indra menegaskan bahwa kini lift sudah kembali normal dan bisa dimanfaatkan seperti semula.
“Nah itu sudah dibersihkan bahkan sudah diaudit fakultas teknik Universitas Indonesia. Semua lift sekarang sudah selesai,” tandasnya. [KM-07]














