JAKARTA, KabarMedan.com | Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin mengatakan sekelompok orang yang mengaku sebagai FPI Reborn bertujuan untuk menjatuhkan elektabilitas Gubernur DKI Anies Baswedan jelang pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang.
Hal ini diungkapkan Novel Bamukmin menanggapi sekelompok orang yang mengatasnamakan FPI Reborn menggelar deklarasi mendukung Anies Baswedan sebagai calon Presiden di Jakarta, Senin (6/6/2022).
“Menurut saya pribadi deklarasi Anies Baswedan oleh FPI palsu pertama ingin menjatuhkan nama Anies Baswedan yang memang elektabilitasnya terus meroket,” ucap Novel, dilansir dari Suara.com, Selasa (7/6/2022).
Novel menuturkan, perbuatan dari orang yang mengaku sebagai FPI Reborn tersebut bertujuan untuk memberi stigma buruk ke FPI yang asli.
“Kedua ingin memberikan stigma buruk kepada FPI, kepada masyarakat dengan sikap berpolitiknya karena ternyata FPI sangat bermuatan kepentingan politik,” ujarnya.
Perbuatan FPI palsu ini juga dinilai Novel ingin memberi kesan ambisius kepada FPI yang sekarang.
“Memberikan pesan sangat ambisi untuk berkampanye walau belum masuk dalam ketetapan pilpres, namun sudah mengambil langkah dukung mendukung,” tegas Novel.
Ketua Umum DPP Front Persaudaraan Islam (FPI), Muhammad Alattas sebelumnya membantah terkait FPI Reborn yang menggelar deklarasi mendukung Anies Baswedan Presiden di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Muhammad Alattas bahkan menyebut jika FPI Reborn itu palsu karena bukan bagian dari organisasinya.
“Bahwa Front Persaudaraan Islam dari tingkat Pusat sampai Ranting tidak pernah mengundang, menggerakkan dan melakukan aksi dengan tema apapun pada Senin 6 Juni 2022, sehingga bila ada yang melakukan aksi mengatasnamakan Front Persaudaraan Islam maka dapat dipastikan adalah aksi fiktif dan palsu,” tuturnya.
Muhammad Alattas menegaskan FPI hingga saat ini belum pernah berbicara tentang calon presiden yang akan mereka dukung. [KM-07]















