Ma’ruf Amin Minta MUI Buat Fatwa Ganja Medis, Netizen: Alhamdulilah

Foto: Ist

JAKARTA, KabarMedan.com | Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat fatwa untuk pelegalan ganja medis. Pernyatan Wapres itu langsung disambut baik oleh warganet.

Tidak sedikit warganet yang mengetahui pelegalan ganja medis itu diperjuangkan oleh seorang ibu bernama Santi yang bersuara di area Car Free Day (CFD).

Sembari membawa sang putri yang mengidap celebral palsy, Santi membentangkan sebuah kanvas dengan tulisan ‘Tolong Anakku Butuh Ganja Medis’.

Aksi Santi itu merebut perhatian dari banyak warganet, terlebih usai penyanyi Andien mengunggah cerita itu di akun Twitternya.

Respon positif dari Ma’ruf Amin turut membawa kebahagiaan bagi warganet yang ikut merasakan perjuangan dari Santi.

Seorang warganet bahkan bersyukur ketika suara Santi didengar oleh pemerintah. Ia juga sempat mengingat dia ada seorang suami Fidelis yang harus dipenjara karena menanam ganja di rumahnya.

Ganja itu digunakannya untuk pengobatan sang istri, Yeni Riawati yang mengidap penyakit langka Syringomyeila.

Pahit terbilang ketika sang istri meninggal pada 2017 dan Fidelis ditahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau.

Foto: Ist

“Alhamdulilah kemarin ada yang berjuang biar bisa legal buat penyembuhan anaknya gitu kan ya, dan dia udah 2 tahun berjuang, pernah ada juga yang keluarganya sampai meninggal itu kan. Semoga bener-bener khusus medis dan enggak ada yang menyalahgunakan,” cuit pemilik akun @runn*****, dilansir dari Suara.com, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga:  Penghematan Energi, Puluhan Ribu Insan PLN Serentak Terapkan Clean Energy Day

Meski mayoritas warganet mendukung pelegalan ganja untuk keperluan medis, namun tidak sedikit dari mereka yang khawatir ada yang menyalahgunakan kebijakan tersebut.

“Regulasi untuk penggunaan ganja medis mah didukung banget kok sama masyarakat. Kalau melegalisasi secara penggunaan umum sih dirasa tidak perlu dan jangan sampai, karena kapasitas SDM negara ini masih jauh dari kata baik, yang ada nanti disalahgunakan. Riweuh lagi malah banyak korban,” tulis @mad*******.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menanggapi soal permintaan seorang ibu kepada pemerintah untuk melegalkan ganja demi kebutuhan medis sang anak yang mengidap celebral palsy.

Ia lantas meminta Majelis Ulamam Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa untuk mengatur penggunaan ganja medis.

Ma’ruf mengatakan bahwa MUI sudah mengeluarkan putusan kalau ganja dilarang karena menjadi pangkal masalah. Bahkan dalam Al Qur’an juga diatur soal larangan tersebut.

Namun, ia menyebut adanya pengecualian apabila digunakan untuk keperluan medis.

“MUI harus membuat fatwanya, fatwa baru pembolehannya, artinya ada kriteria, saya kira MUI akan segera mengeluarkan fatwanya untuk bisa dipedomani oleh DPR,” ucap Ma’ruf di Kantor MUI Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2022).

Permintaan Ma’ruf itu disampaikan supaya pelegalan ganja medis bisa diatur secara ketat dan tidak menimbulkan kemudaratan.

“Jangan sampai nanti berlebihan dan nanti menimbulkan kemudaratan, ada berbagai klasifikasi, saya kira ganja itu, ada varietasnya, nanti supaya MUI membuat fatwa berkaitan dengan varietas-varietas ganja itu,” terangnya.

Baca Juga:  Dukung Kebijakan WFH, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen

Aksi Santi yang membawa poster bertuliskan ‘Tolong Anakku Butuh Ganja Medis’ viral di media sosial.

Aksinya menjadi perbincangan setelah diunggah penyanyi Andien lewat akun Twitter miliknya @andiennaisyah.

“Tadi di CFD ketemu seorang ibu yang lagi bareng anaknya (sepertinya ABK) bawa poster yang menurutku berani banget. Pas aku deketin beliau nangis,” tulis Andien.

Andien mengaku sempat berkenalan dengan ibu pembawa poster. Alasan Santi meminta pertolongan agar anaknya yang mengidap Celebral Palsy bisa diobati dengan cara terapi biji ganja.

“Ternyata namanya Ibu Santi, Anaknya Pika, mengidap Celebral Palsy. Kondisi kelainan otak yang sulit diobati dan treatment yang paling efektifnya pake terapi minyak biji ganja/CBD oil,” tulis Andien dalam postingannya.

Sebelumnya, Santi menegaskan aksinya yang berunjuk rasa menuntut legalitas ganja medis pada hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) di Jakarta, Minggu (26/6/2022) kemarin, tidak bertujuan melegalkan ganja untuk kebutuhan rekreasi atau bersenang-senang.

Santi menjelaskan yang diperjuangkannya ganja untuk kebutuhan pengobatan bagi anaknya dan orang lain yang mengidap penyakit celebral palsy atau lumpuh otak.

“Karena kami menginginkan ganja itu untuk keperluan medis, yang terawasi oleh medis, dosisnya terawasi oleh medis dan distribusinya juga terawasi oleh medis, seperti obat yang harus kita beli dengan resep dokter dan takaran tertentu seperti itu,” ungkap Santi. [KM-07]