Kapasitas Instruktur Pendidikan Profesi Guru Perlu Diperkuat

MEDAN. KabarMedan.com | Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd mengatakan, kapasitas instruktur Pendidikan Profesi Guru (PPG) perlu terus diperkuat. Para instruktur harus mampu merancang kegiatan-kegiatan PPG yang bisa menjawab persoalan pendidikan terkini.

Dalam konsteks kekinian, PPG ditujukan mempersiapkan guru mampu menjawab persoalan anak-anak di kelas lewat pembelajaran aktif dan kontekstual.

“Tantangannya hari ini bagaimana menciptakan guru-guru yang menginspirasi, guru yang menjadi sumber inovasi, sekaligus pemimpin yang nyata alias the real leader,” ujarnya dalam acara Workshop Socialization/Capacity Building of PPG Instructors yang difasilitasi USAID PRIORITAS, di Hotel Aryaduta, Medan, Rabu (13/1/2016).

Syawal mengatakan PPG dirancang untuk menjawab persoalan rendahnya mutu guru. PPG diharapkan melahirkan guru-guru bermutu. Karena itu Syawal meminta para instruktur menjaga kualitas PPG dengan terus mengembangkan diri dan kompetensi masing-masing. Dengan kapasitas yang baik, para instruktur akan lebih siap mendidik guru menjadi tenaga profesional.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

“Kita sudah lihat, sejak Undang-undang Sisdiknas ada, hingga kini sudah 11 tahun, belum ada gerakan signifikan yang menunjukkan bahwa guru itu sebuah profesi. Ini yang harus kita renungkan,” tukasnya.

Sementara itu, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS untuk Sumut, Agus Marwan mengatakan, workshop ini bertujuan memberi pemahaman dan melatih keterampilan para dosen instruktur PPG dalam mengelola PPG di LPTK. Selain itu, agar para peserta workshop yang sudah dilatih dapat menerapkan ilmunya di LPTK.

“Kami berharap, Unimed dan UIN Sumut menjadi pilot projek LPTK yang serius dan kompeten menjalankan PPG,” ujarnya.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Lebih lanjut Agus Marwan mengatakan, materi dan metode pelatihan dirancang secara sistematik dan praktis. Seluruh materi dan metode pelatihan telah digunakan oleh guru dan dosen LPTK. Bahkan modul yang dipakai, telah diadaptasi oleh direktur-direktur PPG dari 16 LPTK mitra USAID PRIORITAS di Indonesia.

“Sampai Juni 2015, kami telah melatih sebanyak 10.627 orang pendidik dan tenaga kependidikan (guru, kepsek, pengawas) di 15 Kabupaten/kota di Sumut. Program ini telah telah memberikan akses pendidikan berkelas dunia kepada lebih dari 290 ribu siswa di 1.759 SD, SMP dan Madrasah di Sumatera Utara,” pungkasnya. [KM-01]