MEDAN, KabarMedan.com | Plt Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengatakan, salah satu kebijakan pendidikan pemerintah di era desentralisasi adalah pengembangan otonomi sekolah dan manajemen berbasis sekolah (MBS). Kunci keberhasilan MBS terletak pada perencanaan sekolah.
“Karena dengan perencanaan yang efektif maka mutu anak didik dapat ditingkatkan,” kata Erry dalam sambutan tertulis, yang dibacakan Asisten III Gubsu Bidang Kesejahteraan Rakyat, Zulkarnain, SH, M.Si pada kegiatan Pelatihan untuk Pelatih Modul 2 dan 3 yang difasilitasi USAID PRIORITAS, di Hotel Grand Swiss-bell, Medan, Selasa (2/2/2016).
Lebih lanjut Plt Gubsu menyebutkan, pentingnya perbaikan proses belajar mengajar secara terus menerus. Proses perbaikan dimulai dari perencanaan program sekolah yang baik. Perencaan program harus merangkum proses belajar mengajar, pengelolaan sarana dan sumberdaya daya manusia (SDM). Perencanaan program yang baik, tidak hanya mampu meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut, Agus Marwan mengatakan , penerapan MBS merupakan cara terbaik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Implementasi MBS dimulai dari penyusunan program sekolah yang akuntabel dan transparan, adanya peran serta masyarakat dan penerapan pembelajaran aktif.
“Proses belajar mengajar merupakan kegiatan utama di sekolah. Karena itu semua potensi yang dimiliki sekolah, baik itu dana dan sumberdaya manusia harus digunakan sebesar-besarnya untuk mendukung pembelajaran aktif. Hanya dengan penerapan pembelajaran aktif, potensi siswa bisa digali lebih dalam dan dikembangkan lebih baik,” terangnya.
Agus Marwan lebih lanjut menekankan perlu kerjasama dan keterlibatan semua pihak untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pengelola sekolah harus terus didukung. Disisi lain pengelola sekolah harus akuntabel untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.
“Akuntabel artinya pengelola sekolah dapat menunjukkan dirinya dipercaya. Guna mendapatkan kepercayaan, maka program sekolah harus didesain secara transparan dan partisipatif. Karena itu kami terus menerus melatih pengelola sekolah agar mampu menyusun dan mengimplementasikan program sekolah yang dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Agus mengatakan, sampai Desember 2015, Program USAID PRIORITAS telah melatih 15.901 pendidik dan tenaga kependidikan di 15 Kabupaten/Kota yaitu Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga dan Nias Selatan.
“Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Sejak tahun 2012 kami telah berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk membawa akses pendidikan berkelas dunia kepada banyak siswa,” pungkasnya. [KM-01]














