MEDAN, KabarMedan.com | Dari suara isak tangis hingga penonton yang saling berpelukan, suasana penuh emosi terasa dalam penayangan awal film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan di Plaza Medan Fair.
Banyak penonton mengaku terbawa perasaan setelah mengikuti perjalanan kisah Yuke dan Kesha.
“Sudah lama nggak nonton film yang bikin satu studio ikut emosional begini,” ucap Reza, salah seorang penonton.
Ia menyebut film tersebut berhasil menghadirkan cerita sederhana yang terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata.
Selain menghadirkan drama keluarga yang menyentuh, film ini juga mengajak penonton untuk lebih menghargai waktu bersama orang-orang tercinta sebelum semuanya berubah oleh waktu dan kehilangan ingatan.
Antusiasme masyarakat terhadap film drama keluarga terbaru ini memang terasa tinggi menjelang penayangan resminya pada 13 Mei 2026.
Melihat besarnya minat penonton sejak Gala Premiere digelar, rumah produksi Rapi Films bersama Screenplay Films dan Vortera Studios menghadirkan program spesial bertajuk “Nonton Duluan” sebagai bentuk apresiasi kepada para pecinta film tanah air.
Melalui agenda tersebut, publik mendapat kesempatan menyaksikan film ini lebih awal di 40 kota yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Penayangan spesial berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu, 9 Mei 2026 dan Minggu, 10 Mei 2026, di sejumlah jaringan bioskop favorit masyarakat seperti XXI, CGV, dan Cinepolis.
Program “Nonton Duluan” disambut meriah oleh para penonton yang telah lama menantikan kisah emosional keluarga Yuke dan Kesha. Sejak pemutaran dimulai, suasana haru terasa memenuhi studio bioskop.
Banyak penonton tampak terdiam hingga menit akhir film, sementara sebagian lainnya terlihat saling memeluk usai lampu studio kembali menyala.
Cerita dalam film ini dinilai sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. Sejumlah penonton mengaku pulang dari bioskop tidak hanya membawa rasa sedih, tetapi juga pandangan baru tentang betapa berharganya memori dan waktu bersama keluarga.
Film garapan sutradara Kuntz Agus dengan skenario yang ditulis Alim Sudio ini mengangkat tema tentang caregiving dan pentingnya memori dalam keluarga.
Kisahnya berfokus pada Kesha, seorang mahasiswi film yang diperankan Yasmin Napper.
Hidup Kesha berubah ketika sang ibu, Yuke, yang diperankan Lulu Tobing, mulai kehilangan ingatan akibat Alzheimer.
Lewat konflik emosional yang dekat dengan realitas kehidupan, film ini mengajak penonton untuk lebih menghargai setiap momen kebersamaan bersama keluarga, sebelum waktu dan ingatan perlahan menghilangkannya. [KM-09]















