Meutya Hafid Ajak Anak Muda Cintai Tanah Air

MEDAN, KabarMedan.com | Cinta tanah air merupakan sebuah rasa yang muncul dari hati untuk mengabdi, memlihara dan melindungi tanah airnya dari segala gangguan dan ancaman. Rasa cinta tanah air juga berarti seorang warga negara yang memunculkan rasa menghargai, rasa memiliki, menghormati, rasa kebanggan dan loyalitas terhadap apa yang ada di negara tempat ia tinggal.

Hal tersebut diungkapkan anggota DPR-RI Fraksi Golkar, Meutya Hafid, didepan 150 siswa/siswi SMA Budi Satria Medan saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pilar-Pilar Kebangsaan, pada Jumat (26/2/2016), di sekolah tersebut.

Meutya Hafid yang juga Wakil Ketua Komisi I  DPR RI ini menegaskan, betapa sangat penting bagi anak muda sebagai generasi penerus untuk memiliki rasa cinta tanah air, mengingat bahwa betapa sulitnya bagi para pahlawan terdahulu untuk merebut kemerdekaan Indonesia, dan sudah sepatutnya kita menjaga negara yang telah diwariskan kepada seluruh rakyat Indonesia dengan menjaga keutuhan, keamanan, kenyamanan dan kemajuan bangsa.

Menurut Meutya, banyak hal yang bisa dilakukan anak muda untuk membuktikan rasa cinta terhadap negara. Selain membekali diri dengan ilmu dan agama, Meutya sangat berharap kepada anak muda untuk dapat mengerti apa saja yang menjadi Pilar-Pilar Kebangsaan Indonesia dan dapat mengamalkannya. Anak muda harus tahu apa saja yang bisa membuat sebuah negara dapat berdiri kokoh, bertahan dan mendapat pengakuan dari bangsa lain.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

“Anak muda harus tahu apa itu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, dan anak muda juga harus bisa mengamalkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya sebagai bagian dari bentuk rasa cinta tanah air,” ungkap Meutya.

Sebagaimana diketahui,masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bangsa dan agama. Sangat heterogen, persentase penduduknya adalah 3,51 % dari jumlah penduduk didunia. Memiliki 17.508 pulau, 1.340 suku bangsa, dan terdapat 746 bahasa daerah. Dengan demikian, menurut Meutya, sudah sepatutnya kita bangga jadi warga negara Indonesia dan sudah seharusnya kita menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

Menurut Meutya, pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Pilar-Pilar Kebangsaan dapat dimulai dari hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari hari.

“Pengamalan itu bisa kita mulai dari ketaatan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga kelestarian lingkungan, disiplin, tenggang rasa,toleransi, saling menghargai, bertanggungjawab terhadap tugas yang diamanahkan pada kita,” sebutnya.

Lebih lanjut Meutya menjelaskan, kenapa anak muda penting sekali mengetahui dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pilar-Pilar Kebangsaan, hal ini karena mengingat anak muda adalah pewaris bangsa, yang akan menjadi generasi penerus bagi para pendahulunya sehingga masa depan bangsa ada di tangan mereka.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

“Ketika mereka mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pilar-Pilar Kebangsaan, dengan begitu mereka telah menunjukkan rasa cinta mereka terhadap negara tanah air, sehingga ketika mereka sudah cinta, pasti akan melakukan hal-hal yang mengarah pada kebaikan bagi bangsa,” ujar Meutya.

Siswa-siswi SMA Budi Satria terlihat begitu antusias dengan kehadiran Meutya, hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa/i yang bertanya secara bergantian kepada Meutya Hafid di sesi diskusi, mulai dari seputar Pilar-Pilar Kebangsaan, tugasnya sebagai anggota DPR, kehidupan pribadi maupun seputar tragedi penculikan yang dialaminya di Irak saat masih menjadi jurnalis Metro TV.

Kepala SMA Budi Satria, Gusmi Aziz, mengaku senang dan berterima kasih atas kehadiran Meutya Hafid yang dinilai peduli bagi anak muda. Dalam sambutannya, Gusmi berharap anak-anak didiknya dapat menyerap apa yang disampaikan Meutya dan menambah wawasan untuk bekal kehidupan mendatang sebagai anak muda dan warga negara. Lebih lanjut lagi ia berharap dapat terus menjalin hubungan baik antara pihak sekolah maupun diri pribadi dengan Meutya Hafid sebagai wakil rakyat yang terpilih dari Sumatera Utara. [KM-01]