MEDAN, KabarMedan.com | Suasana riuh rendah langsung menyergap indra pendengaran begitu melangkahkan kaki ke
area pameran paviliun daerah Pelam Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026.
Di tengah hiruk-pikuk stan yang memamerkan produk unggulan dari berbagai penjuru Sumatra Utara, terlihat pemandangan menarik, ratusan pengunjung berjalan tergesa-gesa sambil menggenggam selembar kertas yang dilipat hampir serupa paspor, dengan logo maskot PRSU ke-50, lengkap dengan kolom biodata di sisi belakangnya.

Mereka tidak sedang mengejar jadwal penerbangan, melainkan berburu stempel demi membawa pulang hadiah menarik.
Strategi panitia untuk mendongkrak kunjungan ke seluruh anjungan daerah terbukti ampuh.
Pengunjung ditantang untuk menjelajahi kekayaan 33 kota dan kabupaten se-Sumatra Utara secara simbolis melalui sebuah permainan interaktif.
Namun, mereka tidak harus mendatangi seluruhnya; cukup mengumpulkan minimal 24 stempel dari paviliun kabupaten atau kota pilihan mereka.
Tantangannya tidak berhenti di situ. Selain stan daerah, ada lima stan sponsor utama yang wajib dikunjungi tanpa terkecuali, yakni Indosat, Bank Sumut (Bonsumot), Oxygen, Lazada, dan Gojek.
Jika salah satu dari kelima sponsor wajib ini terlewat, lembar paspor dinyatakan gugur, meskipun jumlah stempel daerah telah melampaui batas minimum.
“Jadi gini kak, kan kita ada 33 kota sama kabupaten. Tapi yang perlu distempel itu 24 saja, terserah mau yang mana. Tapi yang lima sponsorship ini wajib diisi. Kalau yang lima ini gak keisi, walaupun sudah 25 stan daerah, tetap tidak bisa ditukar hadiahnya,” ujar Oneida, petugas registrasi di lokasi penukaran merchandise.
Setelah empat hari berlangsung, mulai dari hari Jumat hingga Senin, antusiasme masyarakat Medan dan sekitarnya terpantau sangat tinggi.
Lembar demi lembar kertas terus didistribusikan, dan berbagai hadiah menarik seperti botol minum, tas punggung eksklusif, hingga merchandise unik dari Bank Sumut terus mengalir ke tangan pengunjung yang berhasil menyelesaikan tantangan.
Salah satu pengunjung yang ikut larut dalam keseruan ini adalah Rina (42), warga Jalan Bromo, Medan. Ia sengaja memboyong seluruh anggota keluarganya untuk menghabiskan waktu luang di pameran ini.
“Kami datang berempat sekeluarga. Tujuan awalnya ya mau lihat-lihat saja, jalan-jalan bawa anak-anak. Nanti kalau ada produk atau barang yang cocok, sekalian belanja,” ujar Ibu Rina saat ditemui di sela-sela aktivitasnya mengantre stempel.
Bagi Rina, metode berburu stempel ini memberikan warna tersendiri bagi liburan keluarganya. Anak-anaknya menjadi lebih bersemangat mendatangi satu per satu paviliun daerah, yang secara tidak langsung memberikan edukasi mengenai keragaman budaya dan potensi ekonomi di Sumatra Utara.
“Ini sekarang lagi sibuk nempel-nempel biar bisa ditukar hadiahnya nanti sebelum pulang. Seru juga buat anak-anak biar gak bosan jalan-jalannya,” kata Rina sembari menunjukkan lembar paspornya yang hampir penuh.
Hingga Senin sore, antrean di stan penukaran hadiah masih ramai, kendati melelahkan karena harus berjalan memutari area pameran yang luas, senyum puas tetap mengembang di wajah para pengunjung, terutama ketika mereka berhasil membawa pulang buah tangan tambahan di samping pengalaman berharga mengenal lebih dekat daerah mereka sendiri.[KM-04]














