Bobby Nasution Berangkatkan Siswa Korban Keracunan MBG ke RSCM untuk Penanganan Lebihlanjut

DELI SERDANG — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memberangkatkan pasien terduga korban program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut secara optimal.

Pelepasan pasien dilakukan Bobby Nasution di Lounge VIP Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (12/9/2026).

Pasien diberangkatkan menggunakan pesawat komersial dengan didampingi orang tua dan tenaga medis untuk memastikan kondisi pasien tetap terpantau selama perjalanan.

Keberangkatan pasien ke Jakarta dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan korban mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

Sebelum memberangkatkan pasien, Bobby Nasution bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka terlebih dahulu mengunjungi Rumah Sakit Amanda Berastagi dan Efarina Etaham Berastagi, tempat kedua siswi, Febiola dan Agnesia, menjalani perawatan medis.

Baca Juga:  Rico Waas Akan Alokasikan 35 Persen Anggaran 2027 untuk Bangun Medan Utara

Bobby hadir langsung memberikan semangat kepada kedua korban. Dalam kesempatan tersebut, Bobby bahkan sempat makan bersama dan menyuapkan makanan kepada salah satu korban sebagai bentuk dukungan moral selama menjalani proses pemulihan.

Bobby mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan terhadap pasien tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental.

Menurutnya, kondisi psikologis anak juga perlu mendapatkan perhatian serius, terlebih adanya dugaan tekanan mental akibat perundungan atau cyberbullying di media sosial.

“Yang diperiksa bukan hanya penyakitnya, tetapi kesehatan mentalnya juga. Ini menjadi perhatian kita karena kondisi mental anak juga harus dijaga,” ujar Bobby.

Baca Juga:  Walikota dan Kapolres Tebing Tinggi Resmikan Jembatan Merah Putih

Ia mengatakan, permintaan agar pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di Jakarta juga menjadi perhatian pemerintah pusat.

“Ini dibawa ke Jakarta atas arahan Bapak Wakil Presiden agar penanganan lebih optimal,” kata Bobby.

Bobby juga meminta agar pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk apabila pasien membutuhkan penanganan psikologis. Menurutnya, aspek kesehatan mental penting dalam proses penyembuhan dan tidak boleh diabaikan.

“Kalau memang perlu diobati secara fisik maupun psikis, kita lakukan. Permintaan anak juga harus kita dengarkan. Jangan sampai kondisi yang ada semakin mengganggu mental anak,” ujarnya.

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here