MEDAN, KabarMedan.com | Menumbuhkan budaya membaca menjadi salah satu program prioritas di Indonesia. Sebagai kota terbesar nomor tiga di Indonesia, Kota Medan juga ikut menggiatkan budaya membaca. Penggiatan ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi pelajar kota Medan.
“Kita harus memahami dulu, tidak mungkin seorang anak menjadi pintar kalau tidak memiliki keterampilan membaca. Jika ingin anak-anak kita terampil membaca, kita harus menumbuhkan budaya membaca di Kota ini,” kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Medan, Masrul Badri, dalam kegiatan Lokakarya Perencanaan Buku Bacaan Berjenjang yang difasilitasi USAID PRIORITAS, di Hotel Grand Kanaya, Medan, Selasa (15/3/2016).
Lebih lanjut Masrul mengatakan, sekolah-sekolah di Medan telah mulai menerapkan program membaca. Kepala sekolah, guru dan siswa bersama-sama membaca buku selama 15 menit. Aksi membaca dilaksanakan di halaman sekolah sekali seminggu. Kegiatan ini dikemas semenarik mungkin, sehingga semua orang terlibat.
“Kami mendorong agar kegiatan membaca ini lebih bervariasi dan dilakukan lebih giat lagi,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Iwan Zulhami. Dia mengatakan membaca merupakan kunci menuju ilmu pengetahuan. Siswa perlu didekatkan kepada ilmu pengetahuan dengan cara meningkatkan keterampilan membacanya. Guna mendukung budaya membaca, maka siswa harus bisa mengakses buku dengan mudah.
“Buku bukan barang yang harus disembunyikan. Buku harus dibuat dimana-mana. Di setiap sudut harus ada buku yang bisa dibaca,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumatera Utara, Agus Marwan, mendorong Pemerintah Kota Medan menjadikan Medan sebagai Kota Literasi. Pemko harus didukung untuk mempercepat pembudayaan literasi. Pembudayaan ini diyakini mampu menghasilkan manusia-manusia unggul guna mendukung Medan sebagai World Class City.
“Medan adalah rumah kita, jadi kita harus mendukung segala usaha untuk membuat kota ini menjadi lebih baik. Membangun kota berarti kita harus membangun manusia, budaya dan infrastruktur. Literasi merupakan salah satu aspek penting dalam membangun manusia dan budaya,” terangnya.
Lebih lanjut Agus mengungkapkan, USAID PRIORITAS terus mendukung Pemko Medan menyediakan layanan pendidikan berkualitas. Guna mengembangkan literasi, USAID PRIORITAS akan menghibahkan sekitar 100 ribu eksemplar Buku Bacaan Berjenjang kepada 166 SD dan MI di Medan. Diperkirakan lebih dari 14 ribu siswa kelas 1-3 SD/MI bisa menikmati layanan buku tersebut.
“Saat ini Kemendikbud sedang mengembangkan Kabupaten/Kota pilot literasi. Baru Surabaya yang secara resmi mendeklarasikan diri sebagai Kota Literasi. Kami siap mendukung jika Medan ingin menjadi Kota Literasi,” pungkasnya. [KM-01]














