Roadshow Kampanye Perlindungan Anak Online PKPA Capai 2000 Pelajar

MEDAN, KabarMedan.com | Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) melakukan roadshow seminar dan screening film SOS “MET” pencegahan perdagangan dan eksploitasi seksual anak melalui kampanye dan pendidikan internet baik di SMA Swasta Darmawangsa Medan bersama 250 pelajar, Senin (21/11/2016).

Kegiatan yang didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Gerakan Medan Child Online Protection (MedCOP), Internet Baik Sumatera Utara serta Mensen Met Een Missie ini sebelumnya juga telah melakukan roadshow yang sama di sekolah-sekolah lainnya.

Diantaranya SMA Swasta Dharmapancasila (490 peserta), MTS Alwasliyah Univa (200 peserta), SMK Negeri Binaan Provinsi Sumatera Utara (200 peserta), SMA Swasta An-Nizam (130 peserta), SMK Swasta PAB 2 Helvetia (260 peserta), SMA Negeri 15 Medan (175 peserta), SMA Negeri 3 Medan (150 peserta), dan SMK Negeri 2 Binjai (150 peserta) yang dilakukan sejak tanggal 15 November 2016.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Seminar yang dilakukan dengan fokus materi fenomena kejahatan perdagangan, eksploitasi dan seksual anak melalui jejaring online. Berdasarkan hasil penelitian pemetaan prostitusi anak di kota Medan yang dilakukan oleh Yayasan PKPA, setidaknya dari 22 anak terjebak di dunia prostitusi, melalui wawancara secara mendalam mereka mengatakan bahwa beberapa teman mereka juga terjebak di dunia prostitusi. Hasil akumulasi jumlah teman dari 22 anak yang diwawancara, setidaknya ada 130 anak lainnya mengalami hal yang sama.

“Kami sadar bahwa internet memiliki dua sisi yang berbeda, selain banyak manfaat, namun juga ancaman bagi anak begitu besar. Anak perlu diedukasi untuk mewaspadai resiko kejahatan di internet, mereka juga harus melakukan perlindungan diri dengan menggunakan internet secara sehat melalui tips dan triks yang kami berikan,” ungkap Ismail Marzuki selaku narasumber seminar.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Berbagai modus kejahatan perdagangan dan eksploitasi seksual anak berkembang dengan memanfatkan media komunikasi sosial dan personal, diantaranya facebook, twitter, blackberry massager (BBM), whatsap dan line untuk menggaet konsumen mulai dari proses perkenalan, tawar menawar sampai dengan pemilihan hotel sebagai tempat transaksi.

Melalui program roadshow ini, penyelenggara dan sembilan sekolah mitra berharap kedepannya pelajar dapat menjadi pendidik sebaya bagi teman-teman mereka, baik di sekolah maupun di masyarakat. [KM-01]