MEDAN, KabarMedan.com | Empat tahun lagi Indonesia akan memasuki era bonus demografi. Jumlah usia produktif (16-65 tahun) akan mencapai 180 juta jiwa. Jumlah ini akan menopang 70 persen populasi di Indonesia.
“Besarnya usia produktif ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk tumbuh menjadi negara kuat,” kata Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut, Agus Marwan, dalam kesempatan seminar sehari bertajuk Muda Mendunia, yang digelar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Keluarga Alumni UMY Sumut, di Medan, Jumat (9/12/2016).
Agus Marwan lebih lanjut mengatakan, pendidikan merupakan kunci keberhasilan mengelola bonus demografi. Generasi muda harus mendapatkan pendidikan yang bermutu dan berwawasan global agar lebih produktif. Dibutuhkan empat keterampilan agar generasi muda mampu bersaing di era globalisasi.
“Ini adalah era orang muda. Karena itu kita harus mendidik orang muda untuk terampil 4 C, yaitu communication, critical thinking, collaboration, dan creativity,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. Siti Dyah Handayani, SE, MM. Ia mengatakan keterampilan dan pengalaman lulusan, tidak cukup hanya berskala nasional tetapi juga harus juga berskala internasional. Pengalaman internasional ini penting karena Indonesia bagian dari era globalisasi.
Lebih lanjut Siti mengatakan, UMY sebagai universitas yang berwawasan internasional, memberikan kesempatan kepada anak-anak muda Indonesiakan merasakan pendidikan berkelas dunia. Dengan tagline Muda Mendunia, UMY menargetkan menjadi world class university pada tahun 2020.
“Kami berusaha mengarahkannya agar pada 2020, kampus UMY mendunia. Mampu berkompetisi di level dunia. Kami mempersiapkan kurikulum sebagai roh. Agar produk lulusan UMY benar-benar hebat,” ujarnya.
Ada tiga keunggulan yang ditawarkan UMY. Pertama, tamatan UMY memiliki keunggulan baik dari segi akademik dan teknologi. Kedua, memiliki karakter Islam yang kuat. Ketiga, memiliki pengalaman internasional.
“UMY aktif mendorong mahasiswa untuk studi ke luar negeri, baik melalui program study exchange. Kami juga aktif membangun kerjasama dengan universitas di luar negeri,” pungkas Siti. [KM-01]














