YOAM Peringati Hari Kanker Anak Sedunia Secara Sederhana

MEDAN, KabarMedan.com | Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh pada 15 Februari diperingati secara sederhana di RSUP H. Adam Malik, Sabtu (18/2/2017). Terlihat puluhan anak penderita kanker dampingan Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM) dan keluarga pendamping diajak sejenak melupakan beban dan tekanan yang mereka rasakan selama terapi.

Mereka bergembira dan memperoleh pengalaman baru dalam masa terapinya di RSUP H. Adam Malik. Pada kesempatan itu setiap anak bermasalah kanker memperoleh sejumlah bingkisan berupa kebutuhan sanitasi dan mainan untuk menghibur.

Acara yang dikemas sederhana itu dimeriahkan oleh sejumlah relawan yang mengemas berbagai acara secara apik. Mulai dari pertunjukan musik akustik yang dibawakan oleh kelompok music akustik Inspire Performing Arts Centre (IPAC) dari Sekolah Chandra Kusuma Medan, dongeng, dan berbagai penampilan dari mahasiswa dan relawan yang perduli akan menyemangati perjuangan anak-anak dan keluarganya berjuang dari kanker.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Ketua Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM), Rizanul mengatakan, acara tahunan ini diupayakan bisa menambah semangat juang dari anak-anak untuk sembuh dan keluarga mereka untuk memperjuangkannya.

“Melalui acara-acara keperdulian seperti ini, kita berharap anak-anak penderita kanker dan keluarganya tahu masih banyak orang lain yang peduli akan permasalahan yang tengah mereka hadapi,” ujarnya.

Berbagai masalah tersebut, menurut Rizanul, juga telah disampaikan kepada Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

“Kami menyampaikan kepada Menteri, bahwa kami siap bekerjasama dengan Pemerintah untuk membantu perjuangan anak-anak untuk sembuh dari kanker. Untuk itu kami juga menyampaikan beberapa harapan kepada Menteri. Diantaranya untuk membangun sarana penunjang bagi anak-anak yang dirawat di rumah sakit rujukan tertinggi di Sumut, yakni sarana bermain dan belajar,” ungkapnya.

Menurut Rizanul, Menteri Kesehatan menyatakan akan memperhatikan dan mempelajari hal tersebut, apalagi menurut Undang-undang yang ada, ada hak anak untuk tetap bisa mendapatkan asupan pengetahuan kendati mereka tengah di rawat di rumah sakit. [KM-01]