MEDAN, KabarMedan.com | Melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects, Pemerintah Jepang memberikan dana hibah senilai Rp844 juta untuk pembangunan gedung sekolah Yayasan Al-Ikhlas Mukaromah, di Aceh Timur.
Bantuan tersebut diberikan kepada Yayasan Al-Ikhlas Mukaromah di Gampong Alue Sentang, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Kontrak kerjasama ini ditandatangani di Medan, pada Kamis (9/3/2017).
Hadir dalam acara penandatanganan tersebut Ketua Yayasan Al-Ikhlas Mukaromah Ngatiran, dan Konsul Jenderal Jepang di Medan Hirofumi Morikawa.
Proyek pembangunan oleh Yayasan Al-Ikhlas Mukaromah berupa fasilitas gedung sekolah yang terdiri dari 6 kelas (untuk kapasitas 192 siswa), dilaksanakan untuk mengatasi kendala daya tampung sekolah yang kurang memadai dan kondisi bangunan yang sudah lapuk (tua).
Melalui dukungan ini, diharapkan agar lebih banyak anak-anak di Kabupaten Aceh Timur dapat memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih berkualitas dan baik bagi pengembangan diri.
Bantuan Hibah Grassroots untuk Keamanan Manusia merupakan salah satu skema bantuan hibah dari Pemerintah Jepang, ditujukan untuk kepentingan masyarakat Indonesia di tingkat akar rumput secara langsung dan cepat, sebagai wujud keperdulian serta persahabatan rakyat Jepang terhadap rakyat Indonesia.
Proyek yang terpilih kali ini sudah melewati tahap seleksi dari sejumlah proposal yang diajukan kepada Konsulat Jenderal Jepang di Medan, dan diharapkan dapat berkontribusi untuk menyelesaikan masalah pembangunan khususnya di sektor pendidikan di tingkat masyarakat akar rumput di Indonesia.
Konsul Jenderal Hirofumi Morikawa mengatakan, Pemerintah Jepang memutuskan mendukung Yayasan Al-Ikhlas Mukaromah melalui pembangunan gedung sekolah, terdiri dari 6 ruang kelas belajar, yang dapat menambah daya tampung sebanyak hampir 2 kali lipat dibandingkan daya tampung saat ini.
Melalui proyek kali ini, dirinya berharap dengan semakin meningkatnya daya tampung sekolah, para siswa/siswi bisa belajar dalam suasana yang lebih nyaman, serta mau lebih berupaya dan belajar keras untuk dapat mewujudkan apa yang dicita-citakan.
“Saya juga berharap ada sebagian siswa/siswi yang akan belajar bahasa Jepang dan melanjutkan kuliah di Jepang. Bantuan dan kerjasama dari Bapak Ngatiran sangat saya harapkan untuk dapat mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya. [KM-03]














