PMD Gelar Pengajian Rutin

MEDAN,KabarMedan.com  | Iman merupakan nikmat terbesar bagi manusia. Iman yang dimaksud adalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana dalam QS. Fushilat 30-32, bahwa seseorang yang meneguhkan pendiriannya dalam keimanan kepada Allah, maka malaikat akan turun kepada mereka, berseru agar jangan takut maupun sedih karena surga telah dijanjikan untuk mereka.

“Keimanan seseorang adakalanya stabil, adakalanya labil. Karena keimanan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan,” terang Ustadzah Dra Erniyati MS M Pd I dalam tausiahnya di Pengajian Muslimah D’Palazz, Jalan DI Panjaitan 162 Medan, Selasa, (4/4/2017).

Erniyati menambahkan, para ulama membagi iman kepada tiga tingkatan, yakni imannya malaikat, yang sudah dijamin stabil. Bila ia diperintahkan Allah sujud hingga hari kiamat sekalipun, maka ia akan sujud hingga hari kiamat. Kemudian imannya Nabi dan Rasul yang selalu bertambah. Meskipun banyak cobaan dan ujian yang menimpanya, hal itu justru membuat keimanan mereka semakin bertambah.

“Nabi Nuh pernah diuji dengan anak istrinya yang durhaka dan menentang ajarannya, namun tak membuat keimanannya surut. Begitu juga Nabi Isa yang diuji lahir tanpa ayah, tak membuat keimanannya pudar. Dan Nabi Muhammad yang yatim piatu, tapi semua cobaan membuat keimanannya kepada Allah terus bertambah, tak pernah goyah.Manusia yang tidak luput dari salah dan dosa, membuat keimanan tersebut terkadang stabil atau bisa juga bertambah, namun terkadang labil (berkurang). Tak seperti imannya para malaikat maupun nabi dan rasul,” sambung mu’alimah jebolan UIN ini tegas.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Erniyati mengajak para jama’ah agar sekuatnya menjaga kestabilan iman. Oleh karena itu, menjaga kestabilan iman amatlah perlu agar bertambah pula kemuliaan kita di sisi Allah. Yakinlah bahwa Allah sudah menjamin, akan masuk surga orang-orang yang teguh keimanannya.

“Langkah-langkah menjaga kestabilan iman itu ada empat, yang pertama, melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Yang kedua Istiqamah atau konsisten untuk terus melaksanakan segala perintah Allah, menjauhi segala laranganNya tadi. Berikutnya Dzikrullah (terus mengingat Allah), kemudian langkah yang terakhir adalah menuntut Ilmu,” terang Erniyati sekaligus menutup ceramahnya dengan do’a.

Ketua Umum PMD, Rosna Nurlely Siregar menyampaikan rasa syukur dan ucapan terimakasih tak terhingga kepada seluruh anggota pengajian yang tergabung dalam PMD (Pengajian Muslimah D’Palazz), saat digelar pengajian bulan kedua.“Saya begitu terharu menyambut kehadiran ibu-ibu semua yang sudi hadir mengikuti pengajian kita, walau pengajian ini baru dibentuk. Hari ini adalah pengajian kedua kita, alhamdulillaah, luar biasa limpahan rizki dari Allah, saya benar-benar tidak menyangka bisa sebanyak ini yang hadir,” kata Ketua Umum PMD ini di hadapan ratusan ibu-ibu yang antusias hadir dari berbagai kalangan.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Rosna menambahkan, dibentuknya pengajian ini murni bertujuan dakwah dan memperkuat ukhuwah sesama muslimah. Tidak ada unsur dan pengaruh politik atau kepentingan apapun di dalamnya. Nama D’Palazz yang bermakna rumah atau istana, menggambarkan kekeluargaan.

“Inilah rumah kita, tempat kita berkumpul dan menjalin hubungan silaturrahim sesama kita. Yang belum saling kenal, silakan berkenalan. Yang sudah kenal, akan semakin akrab menjalin hubungan kekeluargaan sesama kita. Semoga ke depan pengajian ini akan bertambah terus jama’ahnya dan memperkuat keimanan kita dalam mencari ridha Allah serta menambah ilmu yang bermanfaat sebagai bekal kita kelak,” jelas Rosna.

Di tempat yang sama juga ditetapkan susunan pengurus PMD, yaitu Ketua Umum, Rosna Nurlely Siregar, Ketua 1 Purnama Dewi, dan Lisna Dalimunthe sebagai Ketua 2. Sekretaris, Sri Wahyuni Nukman, Wan Rosnelly, Nunuk Octiva, Wariah Hutabarat dan Lina Batubara. Bendaraha, Noora, Nazla Khairani, Dahlia Nasution, Efrina Lubis dan Rita Dulong, Humas, Yulizar Ahmadsyah, Nurhayati, Ivo Aljufri dan Elsa. [KM-03]