BERASTAGI, KabarMedan.com | PT Agincourt Resources, selaku pengelola Tambang Emas Martabe mengadakan program Media Capacity Building level lanjutan untuk angkatan kedua, dengan tema “Manajemen Pengelolaan Lingkungan Pertambangan dan Pasca Tambang”, pada 15-17 Desember 2017, di Mikie Holiday Resort & Hotel, Berastagi.
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono mengatakan, media massa adalah salah satu pemangku kepentingan kunci yang sangat berperan bagi kemajuan Tambang Emas Martabe.
“Kami ingin media massa lebih memahami bagaimana sebuah perusahaan pertambangan beroperasi sesuai peraturan perundangan yang ditetapkan oleh Pemerintah, juga bagaimana operasional pertambangan yang berkelanjutan diterapkan,” jelas Katarina.
Tema besar pengelolaan lingkungan secara khusus dipilih untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para jurnalis, mengenai pengelolaan lingkungan pertambangan dan pasca tambang yang sesuai dengan regulasi Pemerintah, penerapan reklamasi pasca tambang, bagaimana implementasi pengelolaan lingkungan pertambangan diterapkan oleh Tambang Emas Martabe serta bagaimana media massa menyikapi berbagai isu lingkungan terhadap perusahaan pertambangan.
Tambang Emas Martabe mengundang tiga fasilitator dalam kegiatan tersebut yakni Irdika Mansur yang saat ini menjabat sebagai Direktur SEAMEO BIOTROP (Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology), Managing Director Petromindo Group Alexander J. Ginting, dan Candra Nugraha selaku Environmental Manager PT Agincourt Resources.
“Aspek lingkungan hidup sangat penting artinya bagi perusahaan tambang dan seluruh pemangku kepentingan di sekitar tambang. Kami berkomitmen terhadap praktik sustainable mining [pertambangan berkelanjutan], untuk meminimalkan dampak pertambangan terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati mulai tahap eksplorasi hingga pasca tambang. Tambang Emas Martabe berfokus pada pengelolaan dan pemantauan air, udara, tanah, reklamasi pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati hingga sisa pembuangan tailing,” papar Katarina.
Tambang Emas Martabe memiliki beberapa inisiatif program lingkungan tambahan seperti penelitian spesies flora yang akan didokumentasikan menjadi sebuah buku/katalog berisi spesimen herbarium tanaman hutan Batangtoru.
Kemudian, mengembangkan tanaman lokal khas sebagai tanaman sisipan di area reklamasi serta menyusun konsep pusat pembelajaran konservasi dan agroforestry, serta beberapa program kerjasama dengan Scorpion Yayasan Margasatwa yang bersinergi dengan BKSDA dalam upaya menyelamatkan dan menjaga fauna langka dari aktivitas ilegal. [KM-01]














