JAKARTA, KabarMedan.com | Sistem Informasi Penghitungan (Situng) yang menampilkan hasil scan C1 di website KPU, sempat menunjukkan kemenangan untuk Prabowo-Sandiaga Uno pada awal kemunculannya. Saat data masuk baru dari 0,00873 dari 813.350 TPS di seluruh Indonesia, Prabowo-Sandi mengungguli Jokowi-Ma’ruf.
Namun, datanya sementara yang ditampilkan di website KPU terus bergerak dan hingga kini menunjukkan bahwa Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandi.
Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, perubahan data tergantung pada input di lapangan. Dalam hal ini, katanya, secara kebetulan data yang diterima dalam sistem KPU merupakan perolehan C1 yang lebih banyak mengunggulkan Prabowo-Sandi. Selanjutnya data yang masuk Jokowi-Ma’ruf lebih banyak unggul.
“Ya, bisa begitu (suara yang masuk di awal dari C1 tempat Prabowo-Sandi unggul), karena sebagian besar masih menyelesaikan penghitungan,” katanya, Kamis (18/4/2019).
Komisioner KPU Hasyim Ashari, mengaku segala kemungkinan yang terjadi selama proses perhitungan sampai ke nasional. “Di Situng kan ada data berapa jumlah TPS masuk dari jumlah TPS total,” jelasnya.
Komisioner KPU Pramono Ubaid menjelaskan, perolehan yang ada di Situng merupakan hasil salinan C1 dari setiap TPS yang ada di seluruh Indonesia. Hasil perhitungan sementara bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut membantu pemantauan proses rekapitulasi suara.
“Itu discan dan diupload di situs kita. Nah, itu boleh diakses publik siapa pun. Bisa didownload, bisa menjadi alternatif sumber informasi untuk mengontrol agar proses rekapitulasi KPU tidak melakukan manipulasi,” cerutsnya.
Namun, katanya, saat ini website KPU sedang down sehingga tidak bisa dilihat hasil scan C1 dari Situng. Pramono membantah ada yang meretas, namun karena traffic sedang tinggi.
Dia menegaskan, scan C1 tidak akan jadi rujukan menentukan hasil pemilu, karena itu dibuat agar masyarakat lebih cepat mengetahui gambaran hasilnya. Hasil resmi diperoleh dari penghitungan manual dan berjenjang. “Ya, kalau official count tetap harus menunggu tanggal 22 Mei,” pungkasnya. [KM-03]














