MAFINDO Hadirkan Program Stop Hoax untuk Milenial dan IRT

JAKARTA, KabarMedan.com | Guna memperkuat gerakan anti hoaks dan edukasi literasi digital, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) bekerjasama dengan Google.org – Google News Initiative, Love Frankie dan Hong Kong University meluncurkan program Stop Hoax. Program ini merupakan akronim See (Lihat), Talk (Laporkan), Observe (Amati), dan Prevent (Cegah/Tangkal) diinformasikan kepada publik melalui soft launching yang diselenggarakan di Jakarta.

“Program Stop Hoax berlangsung hingga Desember 2019, terdiri dari produksi video edukasi literasi digital yang berfokus pada cara-cara pengecekan fakta dan menumbuhkan kebiasaan cek dan ricek,” kata Direktur Operasional MAFINDO Dewi Sari, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/5/2019).

Ia mengatakan, program ini akan memberikan training kepada para relawan sebagai fasilitator, untuk melakukan edukasi literasi digital di tengah masyarakat dengan menggunakan video Stop Hoax di samping alat bantu lainnya.

“Kami menargetkan dapat menjangkau setidaknya 3.000 kaum muda dan 1.200 ibu dalam program ini,” ujarnya.

Guna mencapai target tersebut, katanya, MAFINDO akan mengaktifkan jaringan relawan di 18 kota seluruh Indonesia. Sasaran utamanya adalah remaja dan Ibu Rumah Tangga.

“Remaja merupakan salah satu potensi untuk menanggulangi sebaran hoaks. Dengan kemampuannya berselancar di dunia Internet, ditambah kedekatannya dengan teknologi telekomunikasi, remaja dapat menjadi hoaxbuster yang membantu proses klarifikasi hoaks, sekaligus menjadi agen perubahan dengan mengampanyekan pentingnya pengecekan fakta setiap menerima informasi,” ungkap Presidium MAFINDO, Anita Ashvini Wahid.

Target sasaran ibu rumah tangga dipilih mengingat belakangan ini kasus terbelitnya Ibu Rumah Tangga dalam perkara hukum akibat menyebarkan hoaks, semakin sering dijumpai.

“Berbeda dengan anak muda yang dekat dengan teknologi, Ibu Rumah Tangga terutama yang senior-senior ini gagap teknologi dan kurang waspada saat berhadapan dengan hoaks. Padahal, mereka juga sangat aktif di media sosial dan punya follower yang tidak sedikit. Fenomena yang terjadi adalah seringnya mereka menyebarkan hoaks, tanpa mengecek lebih dahulu. Itu sebabnya, Ibu Rumah Tangga perlu didekati secara khusus untuk menumbuhkan kebiasaan cek dan ricek fakta, sekaligus berhenti menyebarkan hoaks,” jelasnya.

Urgensi program ini mengingat kian menajamnya polarisasi di tengah masyarakat sepanjang Pemilu 2019 berlangsung. Hoaks itu juga segmented. Kita mesti memahami bahwa cara hoaks beroperasi di tengah kelompok usia yang berbeda itu tidak sama. Apapun informasi yang mengganggu keamanan keluarga ya akan disebarluaskan secepatnya dengan tujuan melindungi, walaupun belakangan ketahuan ternyata itu adalah hoaks. Contohnya hoaks penculikan anak, kesehatan, sampai bencana alam, itu cepat sekali tersebar di tengah ibu-ibu,” jelasnya.

Program Manager Stop Hoax, Kristianus Nugroho mengatakan, video edukasi dikemas dengan menarik dalam bentuk serial Keluarga Superhero Anti Hoaks. Diperkuat tim kreatif yang berpengalaman, serial Keluarga Superhero terdiri dari 5 video yang masing-masing episode-nya mengilustrasikan sepak-terjang mereka dalam memberantas hoaks yang dimunculkan melalui berbagai simbol dalam setting lokal yang kekinian.

“Ini menjadi momen yang menandai awal produksi. Sedangkan penayangannya direncanakan akan dimulai pada bulan Agustus 2019,” tambah Kristianus.

Selain serial Keluarga Superhero, program STOP HOAX akan memproduksi 3 episode Cooking Talk Show yang menampilkan pembahasan berbagai topik hoaks secara ringan namun berisi dalam obrolan Ibu-Ibu di acara masak-memasak. Sebagai pengingat bagi publik terhadap hoaks-hoaks yang sangat viral di tahun 2019, akan diproduksi juga video Hoax Rewind yang melibatkan para YouTuber Indonesia pada bulan Oktober 2019.

Selain memproduksi video Serial Keluarga Superhero dan Cooking Talk Show, program STOP HOAX akan berpartisipasi dalam event tahunan Java Ballon Attraction di Wonosobo sebagai bagian dari Festival Sindoro Sumbing, 15 Juni mendatang. Rangkaian kampanye publik lainnya adalah workshop dan lomba konten kreatif bertemakan anti hoaks, yang berpuncak pada City Carnival di Yogyakarta dalam Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019. [KM-03]