Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Massa Aksi di Gedung Bawaslu

JAKARTA, KabarMedan.com | Massa aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, bentrok dengan aparat kepolisian setelah selesai salat berjamaah, Rabu malam (22/5/2019).

Pasukan Brimob menembakkan gas air mata berkali-kali ke arah pendemo 22 Mei di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu  malam (22/5/2019). Pendemo kocar-kacir menjaga jarak.

Baca Juga:  Electricity Connect 2026: PLN Group Teken 5 Kolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hingga Rp3,3 Triliun

Polisi anti huru hara bertameng jalan pelan ke arah pendemo sembari menembakan gas air mata. Sementara para demonstran 22 Mei membalasnya dengan menembakan petasan dan bom molotov.

“Maju-maju terus yang belakang maju. Yang mau nembak, maju,” teriak seorang komandan polisi di lokasi.

Bentrokan dipicu oleh sekelompok orang dari arah Jalan Abdul Moeis yang melempari polisi memakai botol air mineral.

Baca Juga:  PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

Setelah itu, bentrokan terjadi, aparat membalas melempari massa memakai botol air mineral. Massa lantas melempari polisi memakai kembang api. Tak hanya itu, pendemo juga melemparkan bambu dan batu.

Polisi menyerukan para pendemo 22 Mei untuk berhenti melemparkan benda. Massa diminta untuk mundur dan bubarkan diri. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here