Pelaku Penusukan Wiranto Rumahnya Digusur Karena Pembangunan Jalan Tol

MEDAN, Kabarmedan.com | Warga masih berkerumun di sekitar rumah kakak ipar Syahrial Alamsyah (51), Trisnawati di Jalan Alfakah V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli.

Rumah kakak iparnya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya yang sudah digusur karena pembangunan jalan tol dikerumuni warga.

Kepala Lingkungan V, Rizaldi mengatakan, Syahrial Alamsyah adalah orang yang lahir di Tanjung Mulia Hilir. Dia sudah dua kali berrumah tangga dan dikaruniai dua orang anak perempuan. Secara keseharian, perilaku Syahrial biasa-biasa saja.

“Tahun 2016-2017 dia merantau, tak tahu kemana,” katanya.

Saat mengetahui pelaku penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto bernama Syahrial Alamsyah, dia pun mencari tahu dengan membuka data dan ternyata benar bahwa Syahrial adalah warga sekitar.

Baca Juga:  Dosen UINSU : Buku Reset Indonesia untuk Bahan Pencerahan Bagi Mahasiswa

“Dia gak kerja. Bantu-bantu orang saja. Nah, ini kita berada di rumah kakak iparnya Risnawati, istri abangnya yang paling tua bernama Sukarman,” katanya.

Hal senada diungkapkan seorang warga Agus Salim (40). Menurutnya, di tahun 2010 dia mendapat tugas dari kelurahan untuk melakukan pendataan penduduk.

“Dia rumah hanya dengan dua putrinya. Tidak ada istrinya. Itu rumah punya orangtuanya. Kecil dan sudah tergusur karena pembangunan jalan tol,” katanya.

Hingga saat ini, warga masih berkerumun di sekitar rumah kakak ipar Syahrial.

Diberitakan sebelumnya, Syahrial Alamsyah ditangkap polisi setelah pada sekitar pukul 11.55 wib, di pintu gerbang lapangan Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten melakukan penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto.

Baca Juga:  Dosen UINSU : Buku Reset Indonesia untuk Bahan Pencerahan Bagi Mahasiswa

Syahrial menyerang Wiranto menggunakan pisau secara membabi-buta dan mengakibatkan perut Wiranto terluka. Selain Wiranto, korban lainnya adalah Kompol Dariyanto (Kapolsek Menes) dibagian Punggung, Fuad pada dada sebelah kiri atas.

Digusur Karena Pembangunan Jalan Tol

Silfi, seorang warga sekitar mengatakan, rumah Syahrial Alamsyah digusur sekitar dua tahun yang lalu karena pembangunan jalan tol Tanjung Mulia – Helvetia. Saat ini di lokasi hanya tersisa rumput-rumput. Pohon jambu juga masih berdiri dan sedang berbuah.

“Itu lah sejak digusur ya pergi mereka semua. Tak tahu lah kemana. Katanya ke Jawa. Sekarang ya kek gitu lah bekas rumahnya,” katanya. [KM-05]