Gubernur Edy Minta Temuan Beras Bau Apek Tidak Menjadi Polemik

MEDAN, KabarMedan.com | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta agar temuan beras berbau apek, di Pusat Pasar Medan dan gudang Bulog tidak menjadi polemik.

“Sedang kita evaluasi. Tolong ini tidak dijadikan apa ya. Ini dalam rangka mengevaluasi bersama Pak Dirjen. Tolong jangan dijadikan polemik. Nanti rakyat semakin tidak mau beli beras, repot kita lagi. Kita cari yang terbaik,” katanya, Rabu (4/12).

Edy mengaku, dirinya tidak mau rakyatnya sakit dan kecewa. “Saya tak mau rakyat saya sakit, kecewa. Saya tidak bisa semena-mena menghardik, memutuskan karena harus intelelktual. Harus dari laboratorium,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov Sumut Hentikan Aktivitas Tambang Ilegal di Deliserdang dan Sergai, Pelaku Usaha Diminta Urus Izin

Saat ini, kata Edy, di Gudang Bulog terdapat 53 ribu ton beras. Sementara kebutuhan hingga hari raya Natal hanya 21 ribu ton.

Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag RI, Veri Anggriono mengatakan, hasil temuan akan dikoordinasikan ke Bulog baik di pusat maupun di daerah. “Seperti yang tadi disampaikan akan ditindaklanjuti,” cetusnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Pastikan Perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan, Pelaku UMKM Galang Optimistis Ekonomi Bangkit

Saat ditanya apakah wajar beras yang berumur setahun sudah berbau apek, menurutnya harus diuji di laboratorium.

“Kita tidak bisa bilang seperti itu, nanti kita lihat dengan kita uji di lab apakah masih bisa dikonsumsi,” ungkapnya.

Veri menambahkan, kedatangannya dalam rangka kesiapan terhadap Natal dan Tahun Baru melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Apabila nanti ditemukan ada indikasi naik di beberapa komoditi, kita akan operasi pasar. Sampai sekarang masih batas normal,” pungkasnya. [KM-05]