Penjualan Ikan Anjlok Gara-gara Bangkai Babi Dibuang ke Sungai

MEDAN, KabarMedan.com | Pedagang ikan di Medan mengeluhkan anjloknya penjualan mereka. Hal ini disebabkan dari banyaknya bangkai babi yang dibuang ke sungai.

Tettt Simbolon, salah seorang pedangan ikan di Pusat Pasar Tetty Simbolon mengaku, sepinya pembeli dan menurunnya pendapatan pedagang. Bahkan, penurunan penjualan ikan mencapai 70 %.

“Penjualan ikan menurun 70 %. Ini yang membuat kami susah. Padahal, ikan itu asalnya dari tengah laut, bangkai babi-babi paling sampai pantai. Isu ikan kena bangkai babi itu hoaks,” katanya, Rabu (4/12).

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

Pedagang ikan lainnya, Dias mengatakan, dalam satu hari biasanya dua sampai empat fiber ikan habis terjual. Namun, saat ini hanya satu fiber ikan yang terjual.

“Satu fiber berisi 100 hingga 130 kg ikan. Biasanya habis 2 hingg 4 fiber, tapi ini satu fiber juga tak habis (ikan-red),” ujarnya.

Ia mengatakan, bangkai babi yang dibuang di Sungai membuat penjualan ikan menjadi sulit.

Baca Juga:  Puluhan Tahun Rusak, Jalan Strategis di Labuhanbatu Akhirnya Diperbaiki dan Diperlebar

“Penjualan anjlok sejak beberapa bulan ini. Susah kali jual ikan gara-gara bangkai babi,” ungkapnya.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat mengunjungi Pusat Pasar Medan menegaskan, bahwa virus hog cholera hanya menyerang pada ternak babi.

“Hog Cholera tidak ada pengaruh ke binatang lain. Saya imbau masyarakat tetap makan ikan.Ke depan akan pulih seperti sedia kala,” pungkasnya. [KM-05]