Biaya Perawatan Membengkak, Peternak Harapkan Bantuan Pemerintah

MEDAN, KabarMedan.com | Modal yang dikeluarkan peternak babi terus membengkak jika tidak kunjung ada pembeli.

Hal ini diakibatkan banyaknya babi yang mati akibat merebaknya virus hog Cholera dan African Swine Fever (ASF). Para peternak babi pun berharap adanya bantuan pemerintah.

Juhai, peternak babi di Jalan Abadi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Binjai, Langkat mengaku, harus mengeluarkan Rp 25.000/ekor untuk pakan sampai babinya berumur 6-7 bulan. Di umur tersebut, berat badan babi mencapai 100-110 kg.

Saat ini, katanya, ia memiliki 200-an babi mulai dari anakan hingga indukan. Sebagian ternaknya berumur yang sudah layak jual di atas 6-7 bulan dengan berat badan 100 kg hingga 180 kg.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Dorong Penambahan Event dan Skatepark di Sumut

“Tak tentu, kadang sebulan keluar 10-20 ekor, tergantung ukuran berat badannya,” katanya, Jumat (27/12).

Namun, karena tersendatnya penjualan hingga berat badan babi lebih dari 100 kg, ia terpaksa harus mengeluarkan uang lebih banyak. Babi di kandangnya, dipelihara dengan baik.

Dia menggunakan pakan sesuai resep yang pas, yaitu campuran jagung, dedak dan konsentrat. Pekerjanya memberi makan tiga kali sehari. Dia pun memberikan vaksin ketika bayi babi berusia 1 bulan dan 3 bulan.

“Sebelum makan babi harus dimandikan dulu, disemprot badannya, lantainya juga disemprot, biar bersih. Setelah itu baru makan,” katanya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Pastikan Perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan, Pelaku UMKM Galang Optimistis Ekonomi Bangkit

Juhai mengatakan, ternak babi miliknya belum ada yang mengalami kematian sebagaimana dirasakan peternak lainnya. Salah satu penyebabnya, menurutnya karena makanan yang diberikan.

“Kalau di sini kita kasihkan sesuai resep. Itu tadi, jagung, dedak dan konsentrat. Sebelum makan pun kita mandikan babi dan kandangnya, bersih,” katanya.

Juhai menyebutkan, angka yang pantas jika ada penggantian ternak babi yang dimusnahkan adalah Rp25 ribu sebesar modal yang dikeluarkan.

“Kalau diganti 25 ribu, bisa lah. Untung dikit kan tak jadi masalah. Yang penting selamat ya kan. Kita tak kehabisan modal,” pungkasnya. [KM-05]