Nawal Ajak IIDI Sinergi Tingkatkan Ketahanan Keluarga

MEDAN, KabarMedan.com | Ketahanan keluarga merupakan salah satu kunci untuk membangun masyarakat yang kuat dan tangguh. Banyak permasalahan sosial yang terjadi merupakan hasil dari kondisi keluarga yang kurang sehat. Untuk itu, seluruh pihak khususnya kaum ibu diajak untuk aktif berpartisipasi mewujudkan ketahanan keluarga dimulai dari rumah sendiri.

“Saya setuju jika ketahanan keluarga mampu menghasilkan generasi emas. Namun, kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap hal ini masih minim. Untuk itu, saya mau ajak ibu-ibu melalui program IIDI bersinergi meningkatkan ketahanan keluarga di Sumut,” kata Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Edy Rahmayadi saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), di Garuda Plaza Hotel, Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (8/1/2020).

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

TP PKK Sumut, kata Nawal, aktif melakukan sosialisasi untuk mendukung perwujudan ketahanan keluarga. Bidang kesehatan seperti sosialisai tentang pemenuhan gizi keluarga, sanitasi, kesehatan ibu hamil, pencegahan stunting dan lainnya. Bidang ekonomi salah satunya pelatihan keterampilan bagi kaum ibu dan perempuan lapas agar bisa mandiri secara ekonomi atau menambah penghasilan keluarga.

“Jika IIDI juga punya program yang bisa kita sinergikan, mungkin dengan PKK bisa kolaborasi. Sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang kita jangkau, dan tujuan-tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh cepat terlaksana,” ucapnya.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Dorong Penambahan Event dan Skatepark di Sumut

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut yang diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Sri Suryani Purnamawati juga menyampaikan ajakan kepada seluruh anggota IIDI untuk mendukung program-program pemerintah. Salah satunya Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Kami mendorong ibu-ibu untuk berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang berbudaya germas, melalui kegiatan-kegiatan seperti sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat. Begitu pula dengan sosialisasi mengenai masalah-masalah kesehatan yang kita hadapi saat ini, seperti stunting, hipertensi, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya,” pungkasnya. [KM-03]