Indonesia Butuh 1,3 Juta Ekor Sapi per Tahun untuk Penuhi Kebutuhan Daging

SERGAI, KabarMedan.com | Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, Indonesia masih kekurangan 1,3 juta ekor sapi setiap tahunnya. Hal tersebut menjadi peluang bagi masyarakat di sektor peternakan.

“Orang Indonesia makan daging 700.000 ton, namun kemampuan kita baru 400 ribu ton. Jadi kita masih kekurangan 300.000 ton,” katanya di Sergai, Kamis (20/2).

Ia menjelaskan, jumlah 300.000 ton itu sama dengan 1,3 juta ekor sapi setiap tahun. Dia pun ‘menantang’ masyarakat dengan sebuah peryataan ‘masak mau impor terus’.

Baca Juga:  Bobby Nasution Dukung Penataan Kota dan Penguatan Pelayanan Publik di Tanjungbalai

“Jika kita buat di Sergai ini. Kebun sawit ada, sepanjang Bupati mau, itu ada berapa hektare, intervensi dengan sapi sawit. Peternak harus memiliki kemampuan lebih,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sabrina mengatakan, Sumatera Utara sampai saat ini masih mengalami defisit daging sapi sebesar 6.140 ton per tahun. Untuk memenuhi defisit tersebut, katanya, dilakukan impor sapi dan daging kerbau dari Australia dan India.

“Impor sapi sebanyak 35.000 ekor dari Australia serta daging kerbau sebanyak 1.500 ton per tahun, didatangkan dari India,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemprov Sumut Hentikan Aktivitas Tambang Ilegal di Deliserdang dan Sergai, Pelaku Usaha Diminta Urus Izin

Bupati Serdang Bedagai, Soekirman mengatakan, di Sergai memiliki potensi dalam hal makanan ternak. Apalagi, sekarang ada sistem itensif sapi dan sawit (ISASA) seperti yang sudah dilakukan di Kebun Paya Pinang.

“Jumlah sapi di sini ada tahun 2019, sebanyak 43.899 ekor, kerbau 625 ekor, kambing hampir 100.000 ekor dan sudah ekspor walaupun melalui Kabupaten Batubara, melalui Karantina di Pelabuhan Kuala Tanjung,” pungkasnya. [KM-03]