Calon Jemaah Umrah Berharap Dapat Berangkat dengan Penjadwalan Ulang

MEDAN, KabarMedan.com | Calon jemaah umrah berkumpul di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Jumat (28/2). Mereka berharap agar dapat berangkat dengan penjadwalan ulang (re-schedule).

Direktur Travel Jejak Umrah, Rudi Satria mengatakan, jika tidak ada larangan para calon jemaah ini akan berangkat dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang pada Minggu (1/3).

“Ada 106 jemaah yang akan berangkat. Mereka berasal dari Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya mendengar adanya larangan tersebut dari media. Ia pun meminta data dari pihak Arab Saudi terkait pelarangan tersebut karena beritanya masih simpang siur.

“Saya mencoba update, setelah ada keputusan tentang pelarangan itu, kita mengkonfirmasi ke para jemaah, terutama yang dari luar daerah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

Setelah memberitahukan kepada seluruh jemaah tentang pelarangan dari Arab Saudi itu, para jemaah menerimanya. Tidak sedikit jemaah yang menangis karena keinginannya beribadah umrah tertunda.

“Dari 106 jemaah, sebagian dari Aceh, mereka menunggu kepastian. Karena segala macam karena sudah mengupayakan, untuk sampai ke baitullah. Setelah diberitahu, syukurlah mereka menerima, ini musibah dunia, terkait virus corona,” katanya.

Dirinya berharap, dengan adanya pelarangan masuk dari Arab Saudi, keberangkatan mereka dapat dijadwalkan ulang. Begitu juga dengan visa, hotel, dan lainnya dapat di-reschedule.

“Visa mereka sudah keluar. Batas waktunya sampai tanggal 11, kalau tidak terbang ya hangus,” jelasnya.

Salah satu calon jemaah umrah asal Pulau Simeulue, Aceh, Fachrul mengatakan, untuk berangkat umrah dirinya telah mempersiapkan sejak jauh hari. Bagi masyarakat Simeulue, umrah sama halnya dengan haji. Sehingga untuk keberangkatannya ke Medan didahului dengan tangisan dan antar-jemput oleh kerabat dan tetangga di rumahnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Pastikan Perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan, Pelaku UMKM Galang Optimistis Ekonomi Bangkit

“Jadi jawaban ini yang kami bawa saat kembali ke rumah, kenapa keberangkatan dtunda,” jelasnya.

Calon jemaah umrah lainnya, Asnir Hasyim mengaku rencananya pada 1 Maret 2020 akan berangkat bersama rombongan keluarganya sebanyak 53 orang.

“Saya berharap supaya aturan yang dibikin pemerintah Arab Saudi dipertimbangkan, mana yang terbaik. Jika penundaan agak lama akan kami tunggu,” katanya.

Asnir menilai, penundaan keberangkatan mereka bukan kesalahan dari pihak travel.

“Kita berharap bisa dijadwal ulang, tiket, visa, hotel dan lainnyabisa diperbaharui. Kami tak tahu kapan bisa berangkat, mungkin ini jalan terbaik yang telah ditentukan,” pungkasnya. [KM-05]