Begini Cerita Jemaah Umrah yang Tertunda Keberangkatannya

MEDAN, KabarMedan.com  | Mata Yusrinda tampak berkaca-kaca. Ia sedih karena belum dapat berangkat umrah sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Padahal ia telah meninggalkan rumahnya di Payakumbuh, Sumatera Barat sejak 20 hari yang lalu. Yusrinda rencananya akan berangkat bersama 53 orang rombongan keluarganya.

Yusrinda mengaku, ia sudah lama berkeinginan untuk berangkat umrah. Keinginannya itu disambut oleh abang kandungnya Asnir Hasyim yang akan berangkat secara rombongan.

“Saya belum pernah umrah. Ini yang pertama kali, tapi ternyata ditunda,” katanya kepada wartawan di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Jumat (28/2).

Baca Juga:  Puluhan Tahun Rusak, Jalan Strategis di Labuhanbatu Akhirnya Diperbaiki dan Diperlebar

Asnir Hasyim (69) abang kandung dari Yusrinda mengatakan, ini adalah umrah ketiganya jika berangkat pada 1 Maret 2020. Namun, rencanan keberangkatan itu harus tertunda.

Ia mengaku, tidak mengetahui pasti berapa lama penundaan itu. Dirinya pun berharap, ada kebijakan perubahan karena persiapan dari calon jemaah umrah tidak sedikit.

Ia menjelaskan, rencana keberangkatan secara rombongan telah dipersiapkan sejak 3 bulan lalu. Kemudian sejak 10 hari lalu seluruhnya yang akan berangkat berkumpul di rumahnya yang juga berfungsi sebagai toko pakaian sekolah.

“Yang berangkat termasuk cucu, ada yang masih 5 tahun, kembar perempuan. Ada juga yang masih kelas 1 SMP dan SMA juga ada,” cetusnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 KM Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

“Saya berharap supaya aturan yang dibuat pemerintah Arab Saudi dipertimbangkan, mana yang terbaik. Jika penundaan agak lama akan kami tunggu,” pungkasnya.

Diketahui, ada 106 calon jemaah umrah dari Travel Jejak Umrah yang akan berangkat pada 1 Maret 2020. Mereka sebagain besar berasal dari Aceh.

Larangan dari pemerintah Arab Saudi ini berimbas pada para calon jemaah umrah. Pelarangan itu berkaitan dengan antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. [KM-05]