Ada Wabah Corona, Kelompok Buruh di Sumut Janji Tak Unjuk Rasa Saat May Day

MEDAN, KabarMedan.com | Sekitar 20 asosiasi buruh di Sumatera Utara menyatakan tidak akan menggelar demonstrasi turun ke jalan pada peringatan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei 2020. Mereka mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi penyebaran COVID-19.

Hal ini dikatakan perwakilan asosiasi buruh kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam diskusi di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Jumat (24/4).

Hadir dalam diskusi itu Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumut CP Nainggolan, Sekjen DPD KSPSI Semayang Duo Sumut Dermawan, Serikat Pekerja Rumahan serta asosiasi buruh lainnya.

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

“Tidaklah bijak andai kita melakukan unjuk rasa dalam kondisi seperti ini,” kata Ketua DPD FSPTI KSPSI Sumut CP Nainggolan.

Gubernur Sumut, Edy Rahmyadi menyambut baik dan mengapresiasi dukungan para buruh dalam upaya penangan COVID-19 di Sumut.

Karena upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk para buruh.

“Saya selaku pimpinan di provinsi ini. Saya akan bertanggung jawab lahir dan batin. Pemerintah sudah tau, makanya kita sudah melakukan refocusing dan realokasi anggaran. Apa yang anda sampaikan tadi saya tidak pungkiri,” ujarnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Pastikan Sumut Berkomitmen untuk Pengembangan Industri dan Ekonomi

Terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pandemi Covid-19, Edy juga memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Harianto Butarbutar untuk langsung terjun ke lapangan dan mengecek semua perusahaan di Sumut, serta meminta Dinas Tenaga Kerja Sumut untuk menindak perusahaan yang mengambil kesempatan momen COVID-19. [KM-03]