Ahok dan Risma Dinilai Berpeluang Mengisi Jabatan Menpan RB Sepeninggal Tjahjo Kumolo

Foto: Ist

JAKARTA, KabarMedan.com | Meninggalnya Tjahjo Kumolo pada Jumat (1/7/2022) lalu menyisakan pertanyaan sosok yang akan menggantikannya menduduki jabatan kursi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) selanjutnya.

Menurut Direktur Eksekutif Centre of Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa posisi tersebut nantinya tetap akan diisi kader PDI Perjuangan.

“Figur untuk menduduki jabatan MenPANRB itu pasti berasal dari PDI Perjuangan,” jelas Herry Mendrofa, dikutip dari Suara.com, Senin (4/7/2022).

Herry menerangkan, ada empat kader partai berlambang banteng moncong putih yang layak menjadi Menpan RB. Salah satunya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Baca Juga:  Dukung Kebijakan WFH, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen

Menurutnya, rekam jejak Ahok yang lebih luas sudah malang melintang di lingkup pemerintahan, mulai kepala daerah di Belitung Timur dan DKI Jakarta hingga anggota legislatif menjadi hal yang menarik.

Bahkan, Ahok pernah menjadi anggota Komisi II DPR yang membidangi pemerintahan.

“Saya kira ini menjadi pilihan yang tepat juga bagi Jokowi untuk menempatkan Ahok sebagai calon MenPANRB,” paparnya.

Selain Ahok, ada nama Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Herry menuturkan, Risma berpeluang besar menjadi MenPANRB karena mantan Wali Kota Surabaya itu memulai karirnya dari seorang birokrat.

“Jadi kapasitas Risma menjadi MenPANRB pas,” ucapnya.

Baca Juga:  Penghematan Energi, Puluhan Ribu Insan PLN Serentak Terapkan Clean Energy Day

Selain itu, ada nama Ahmad Basarah yang pernah menjabat Wasekjen PDIP dan memiliki banyak pengalaman di bidang legislatif. Pengalaman itu bisa menjadi pendukung kapasitas Basarah di Kementerian PANRB.

Ditambah sosok Ganjar Pranowo yang juga memiliki kapasitas untuk menjadi MenPANRB. Selain saat ini menjadi kepala daerah.

Ganjar juga pernah menjadi anggota legislatif, yaitu anggota Komisi II DPR yang membidangi pemerintahan.

“Jadi saya kira ini menjadi win-win solution. Secara psikologis politik, tentunya pilihan yang rasional juga bisa jatuh pada seorang Ganjar Pranowo,” tandasnya. [KM-07]