Akibat Kabut Asap, Sejumlah Komunitas Anak Muda di Medan ‘Berkabung’

MEDAN, KabarMedan.com | Satu minggu belakangan ini kabut asap menjadi ancaman bagi warga Kota Medan, karena asap kiriman dari Riau dan Kalimantan sudah sangat mengganggu pandangan dan juga pasti kesehatan masyarakat. Atas dasar inilah kumpulan komunitas anak muda di Kota Medan bergerak untuk ikut membantu beban masyarakat terdampak asap.

Aksi yang mengusung tema “Gerakan Indonesia Berkabung” ini, dilakukan di Jalan Brigjen Katamso, tepatnya di Simpang Waspada, Medan, Senin (26/10/2015).

Gerakan Indonesia berkabung diikuti beberapa komunitas di kota Medan, diantaranya Turun Tangan Medan, Gerakan 70 Tahun Indonesia Merdeka, Hi-Lo Green Community, Care Ibu Foundation, KAM Revolusi Fakultas Hukum USU, BOSH, Laskar Karo Erdilo, Perpustakaan Terapung Kampung Nelayan, CV Elno Tech, dan banyak lagi komunitas yang akan terlibat.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

“Dalam aksi kali ini kami lebih berbicara tentang penegakan hukum atas kasus asap di Indonesia, karena ketika semua berbicara tentang penanggulangan, kita seakan lupa tentang siapa yang menyebabkan kebakaran hutan di Indonesia dan undang-undang apa yang seharusnya bisa menjerat para pelaku pembakar hutan,” kata Koordinator Aksi, Kurnia Ramadhana.

Aksi komunitas anak muda di Kota Medan ini turut membagikan 2.500 masker kepada pengendara motor, membagi selebaran tentang situs bebasasap.org dan tentang asap oleh Care Ibu Foundation, serta berdiri disepanjang trotoar jalan dengan memegang tulisan-tulisan tentang bahaya asap.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Kegiatan ini akan dimulai tepat pada pukul 16.00 WIB, karena di waktu inilah lalu lintas di Kota Medan ramai, dan banyak dari pengendara motor tidak memakai masker untuk melindungi pernafasannya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan oleh komunitas kota Medan secara bergantian. Kami yakin dan percaya bahwa negeri sebesar Indonesia tidak bisa hanya diurusi oleh satu atau dua orang, gerakan kolosal masyarakat harus menjadi fokus Indonesia untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada,” pungkas Kurnia. [KM-01]