AMPI Sumut Sukses Hadirkan  Presiden Jokowi di Acara Temu Kader

MEDAN, KabarMedan.com | Presiden Joko Widodo menghadiri acara temu kader Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), di Lapangan Merdeka Medan pada Sabtu (16/3/2019) kemarin.

David Luther Lubis, Ketua DPD AMPI Sumut mengaku, senang dengan kehadiran Jokowi. Pasalnya, baru kali ini acara AMPI dihadiri oleh Presiden RI.

“Ini merupakan kebanggaan kita, khususnya bagi saya sendiri sebagai ketua AMPI Sumut yang berhasil mendatangkan bapak presiden Jokowi. Ini baru pertama kalinya acara AMPI dihadiri presiden. Terakhir kali di era Pak Soeharto,” katanya, Senin (18/3/2019) malam.

David Luther mengatakan, banyak perubahan yang dilakukan selama kepemimpinan presiden Jokowi,  mulai dari soal infrastruktur hingga kartu sakti yang selalu jadi andalan.

“Kita sudah lihat banyak perubahan yang telah dilakukan bapak presiden Jokowi,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov dan DPRD Sepakati Ranperda Bank Sumut Jadi Perseroda

Ia mengatakan, AMPI khususnya AMPI Sumut siap menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks,
yang dinilai sudah semakin meresahkan.

“Sebagai organisasi yang sejak dilahirkan sampai sekarang ini terus konsekuen mengawal persatuan Indonesia, AMPI mempunyai kewajiban untuk meluruskan ini,” cetusnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku sangat berbangga, karena sejak AMPI dilahirkan sampai sekarang terus mengawal persatuan Indonesia.

Menurutnya, AMPI juga terus mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI, AMPI juga terus mengawal ideologi Pancasila. Ia juga meyakini bahwa AMPI juga akan terus mengawal Undang-Undang Dasar 1945.

“Inilah kenapa saya hadir pagi hari ini. Saya kembali lagi ingin mengingatkan. Marilah kita jaga persatuan kita, marilah kita rawat persaudaraan kita, marilah kita jaga dan kita rawat kerukunan kita. Harus kita jaga bersama-sama,” jelas Jokowi.

Baca Juga:  Rayakan Tahun Baru 2026 Bersama BBW Books Pop-Up Store di Medan: Perburuan Buku Seru untuk Cerita Baru

Jokowi mengingatkan, AMPI sebagai agen pembaruan harus selalu mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa menjaga persatuan dan kerukunan itu adalah hal yang paling penting dilakukan.

“Jangan sampai hanya gara-gara pemilihan bupati, pemilihan gubernur dan pemilihan presiden, masyarakat menajdi terpecah dan seolah sudah tidak bersaudara lagi,” akunya.

“Jika itu terus terjadi, bangsa ini akan rugi besar karena pemilihan kepada daerah dan presiden dalam setiap lima tahun pasti ada digelar,” pungkasnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.