Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda di Masyarakat, Ini Penjelasan Kemenag

JAKARTA, KabarMedan.com | Kementerian Agama menjawab persoalan kemungkinan permulaan Ramadhan yang berbeda di kalangan masyarakat disebabkan dengan metode penetapan yang tak sama. Ada yang akan memulai ibadah puasa sejak tanggal 2 April 2022, namun ada pula yang memulai ibadah puasa di tanggal 3 April 2022.

“Jika pun ada beda awal Ramadhan, sudah pasti kita mengedepankan sikap saling menghormati agar tidak mengurangi  kekhusyu’an dalam menjalani ibadah puasa,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib pada Kamis (31/1/2022).

Perbedaan tersebut, dikatakan Adib sudah terjadi di waktu sebelum-sebelumnya. Hal itu bisa terjadi sebab perbedaan metode penetapan, ada yang menggunakan Hisab Wujudal Hilal, ada yang menggunakan Imkanur-Rukyat.

Baca Juga:  Kunjungi Pusat Pengatur Beban Sumatra, Dirut PLN Pimpin Upaya Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatra

Sementara itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi menjelaskan, bahwa pada hari pelaksanaan rukyat atau pemantauan, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampau dengan 2 derajat 10,2 menit. Fakta tersebut dikatakannya menjadi dasar bagi mereka yang menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal untuk menetapkan awal Ramadhan bertepatan dengan 2 April 2022.

Sementara Kemenag, sebagaimana fatwa MUI, menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah berdasarkan metode Hisab dan Rukyat. Hasil perhitungan astronomi atau hisab dijadikan sebagai informasi awal yang kemudian dikonfirmasi melalui metode Rukyat atau pemantauan di lapangan.

Baca Juga:  Dukung Asta Cita Pemerintah, Pegadaian Kukuhkan Posisi sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia

“Posisi hilal pada kisaran 1 sampai 2 derajat ini cukup krusial dalam konteks rukyat atau pemantauan. Apalagi kriteria baru yang disepakati MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), awal bulan masuk jika posisi hilal saat matahari terbenam sudah 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dalam konteks ini lah ada potensi perbedaan awal Ramadhan,”jelasnya. [KM-06]