Balai Kota Jakarta Menjadi Pusat Penggalangan Dana Gempa Palu

Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

JAKARTA, KabarMedan.com | Balai Kota Jakarta dijadikan sebagai pusat penggalangan dana untuk gempa di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Lembaga-lembaga lain pun dipersilahkan untuk melakukan aktivitas penggalangan disana.

Gubernur DKI Jakarta, Anis Rasyid Baswedan mengatakan, pemilihan Balai Kota menjadi pusat penggalangan dana bertujuan untuk memudahkan warga menyalurkan donasinya, sehingga proses penggalangan dana dapat berjalan lebih efektif.

“Jadi bukan hanya Pemprov sendiri yang memberi bantuan, namun kita mengundang lembaga dan organisasi lain agar menggunakan fasilitas di Balai Kota, sehingga memudahkan warga untuk menyalurkan bantuan,” katanya, Senin (1/10/2018).

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Lembaga dan organisasi yang diundang dalam penggalangan dana, seperti ACT, Dompet Dhuafa, Palang Merah Indonesia dan beberapa lembaga serta organisasi lainnya. “Kami akan memfasilitasi semua lembaga agar mereka bisa pakai tempat Balai Kota,” ujarnya.

Sekedar informasi, Pemprov DKI Jakarta juga mengirimkan 83 personel Satgas Peduli Bencana DKI Jakarta untuk diberangkatkan menuju Kota Palu. Mereka akan ditugaskan selama 10 hari membantu mengevakuasi para korban, dan memulihkan Kota Palu serta Kabupaten Donggala.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Pihaknya juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp60 miliar untuk meringankan beban para personel yang dikirimkan ke Kota Palu.Anggaran itu diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018. [KM-03]