KUALA LUMPUR, KabarMedan.com | Maskapai Malaysia Airlines, mulai Senin (1/6/2015) mengirimkan surat pemecatan kepada 20.000 karyawannya. Pemecatan kepada ribuan karyawan tersebut akibat dari kebangkrutan yang terjadi. Selama setahun terakhir maskapai asal Malaysia itu mengalami serangkaian musibah dari mulai MH370 yang hilang hingga MH17 yang ditembak jatuh.
CEO Malaysia Airlines, Christoph Mueller, Senin (1/6/2015), mengatakan maskapai penerbangan itu secara teknis “sudah bangkrut”. Pernyataan itu disampaikan Mueller saat menyampaikan rencananya membenahi maskapai yang sedang jatuh itu.
“Kami secara teknis sudah bangkrut, dan kondisi ini sudah dimulai jauh sebelum dua insiden tragis pada 2014,” ujar Mueller merujuk dua tragedi yang menimpa Malaysia Airlines tahun lalu.
Di bawah kendali Mueller, Malaysia Airlines mengambil langkah besar pertamanya dengan memangkas 6.000 posisi di perusahaan itu. Manajemen perusahaan mengirimkan surat penghentian hubungan kerja untuk 20.000 karyawan, tetapi disusul dengan tawaran kontrak baru bagi 14.000 orang diantara para karyawan itu.
Di bawah kendali Mueller, rencana untuk membenahi Malaysia Airlines akan dimulai pada 1 September 2015 mendatang dengan memperkenalkan maskapai dengan brand baru. Diharapkan, publik perlahan-lahan bisa melupakan citra tragis pasca-dua kecelakaan maut tahun lalu.
Mueller mengatakan, dia pada tahun ini berencana menghentikan “pendarahan” Malaysia Airlines, menstabilkan bisnis pada tahun depan, dan mulai meningkatkan bisnis pada 2017.
Selain memangkas jumlah karyawan, Malaysia Airlines juga akan menghapus sejumlah rute jarak jauh yang tak menguntungkan. Namun, Mueller belum akan mengumumkan rincian rencana ini demi alasan kompetitif. [KM-01]















