BRIN Berikan Penghargaan kepada Sejumlah Periset Berprestasi

JAKARTA, KabarMedan.com | Tepat pada 28 April 2021 menjadi awal babak baru perjalanan riset dan inovasi Indonesia. Dasar perubahan yang kuat melalui Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 sebagai turunan UU Nomor 11 Tahun 2019 pasal 48 mengamanatkan BRIN sebagai lembaga yang menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi.

“Kita sadari, walau pun telah berjalan selama dua tahun, perubahan menuntut komitmen yang kuat, keteguhan, dan persistensi seluruh sivitas BRIN tanpa kecuali. Tiga hal inilah yang menjadi kekuatan dalam unifikasi multi entitas,” kata Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dalam keterangannya, Minggu (7/5/2023).

Dia melanjutkan, peringatan dua Tahun BRINteraksi mengusung semangat yang lebih menggelora dalam meningkatkan kualitas riset dan kolaborasi dengan publik. “Karena BRIN tidak hanya milik periset, namun milik semua masyarakat Indonesia. Hal ini yang menjadikan BRIN unik, di mana publik bisa ikut menikmati ekosistem riset yang inklusi,” ungkapnya.

Para periset maupun SDM manajemen riset BRIN, lanjut Handoko, telah menunjukkan dedikasi dan kegigihannya, memberikan sumbangsih bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia. “Sehingga, penting bagi BRIN memberikan apresiasi bagi insan BRIN yang telah menunjukkan prestasi,” kata Handoko.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan, BRIN ada untuk seluruh periset di Indonesia, baik dari kalangan akademisi maupun industri. “BRIN adalah milik kita semua, untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional agar mampu berkompetisi, sekaligus berkolaborasi dengan kompetitor dan mitra global,” tegasnya.

Handoko mengulas, pada 2022, sembari menuntaskan proses integrasi yang masih tersisa, BRIN telah mengeksekusi secara penuh seluruh program penguatan ekosistem, yaitu penyediaan infrastruktur riset dan inovasi yang terbuka bagi semua pihak, delapan skema mobilitas periset termasuk melanjutkan rekrutmen 500 periset muda berkualifikasi S3, sembilan skema pendanaan riset untuk mendukung aktivitas dari riset di hulu sampai dengan pengembangan produk berbasis riset di industri, serta peningkatan kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai pihak di dalam maupun luar negeri.

“Sepanjang 2022, peningkatan produktivitas periset sangat nyata. 560-an kekayaan intelektual baru telah didaftarkan, 3.000-an publikasi terindeks global telah diterbitkan dengan dampak 26.000-an sitasi. Capaian berdampak lain adalah telah diperoleh 58 lisensi dan alih teknologi ke 350 mitra,” urainya.

“Masih panjang jalan yang harus kita tempuh, untuk benar-benar menjadi pengungkit dan enabler kemajuan ekonomi berbasis iptek di Indonesia,” pungkasnya.

Plt. Deputi Bidang SDM Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra, mengatakan, Penghargaan Periset BRIN Tahun 2023 merupakan penghargaan yang diberikan kepada para periset dengan capaian output tertinggi, meliputi Hasil Kerja Minimal (HKM), Keluaran Kinerja Minimal (KKM), dan rekam jejak risetnya yang berada di masing-masing Pusat Riset. “Capaian output tertinggi dihitung dengan akumulasi luaran selama setahun pada 2022,” jelasnya.

Dikatakan Edy, Penghargaan Periset BRIN diselenggarakan setiap tahun sebagai rangkaian HUT BRIN. “BRIN merasa perlu memberikan penghargaan tertinggi secara berkelanjutan kepada periset di lingkungan BRIN yang memiliki rekam jejak riset yang baik, dan mampu berkontribusi untuk menghasilkan inovasi yang berdampak bagi kemajuan iptek,” lanjutnya.

Pemberian penghargaan bertujuan mendorong dan memotivasi para periset BRIN untuk memiliki rekam jejak riset yang baik, dan lebih meningkatkan produktivitas berbasis output, dengan akumulasi output tahun terakhir.

Adapun kategori Penghargaan Periset BRIN meliputi 12 Organisasi Riset yang ada di lingkungan BRIN, yakni riset terkait penerbangan dan antariksa; tenaga nuklir; energi dan manufaktur; kebumian dan maritim; hayati dan lingkungan; elektronika dan informatika; Ilmu pengetahuan sosial humaniora; arkeologi, bahasa, dan sastra; kesehatan; nanoteknologi dan material; pertanian dan pangan; tata kelola pemerintahan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, BRIN akan mengumumkan Anugerah Kekayaan Intelektual Tahun 2023. Anugerah Kekayaan Intelektual diberikan kepada periset di lingkungan BRIN berdasarkan capaian nilai royalti tertinggi secara akumulatif satu tahun pada 2022.

“Anugerah Kekayaan Intelektual merupakan sebuah apresiasi dalam bentuk penghargaan kepada para periset di lingkungan BRIN yang memiliki inovasi yang dimanfaatkan masyarakat, serta berkontribusi pada perkembangan iptek. Hal ini bertujuan mendorong para periset di lingkungan BRIN untuk dapat membuat suatu inovasi terbaru yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak luas,” jelas Edy. [KM-08]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.