Cegah Penyebaran Virus Corona, Pintu Masuk ke Sumatera Utara Diperketat

Ilustrasi Virus Corona.

MEDAN, KabarMedan.com | Guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau corona covid-19, seluruh pintu masuk ke Sumatera Utara diperketat. Alat pendeteksi suhu tubuh juga dipasang di seluruh bandara dan pelabuhan serta tenaga medis juga disiagakan.

“Di Bandara Kualanamu misalnya, thermoscan hanya dipasang di kedatangan internasional, tapi saat ini juga dipasang di pintu kedatangan domestik,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan, Pri Agung AB, Selasa (3/3).

Ia mengatakan, alat pendeteksi suhu tubuh yang dipasang terus diawasi. Setiap penumpang yang baru turun dari pesawat dipantau intensif.

Jika ada yang dicurigai terpapar corona dengan gejala suhu tubuh lebih tinggi, katanya, akan langsung ditempatkan dalam ruang observasi atau dibawa ke rumah sakit rujukan dalam hal ini RS Adam Malik.

“Alat pendeteksi suhu tubuh juga dipasang di seluruh pelabuhan. Petugas KKP juga dilengkapi dengan thermoscan gun, alat pendeteksi suhu tubuh yang bisa dibawa kemana-mana. Untuk mengetahui suhu tubuh seseorang, alat tersebut tinggal ditembakkan ke tubuh orang yang menjadi target,” ujarnya.

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

“Kita juga menyiapkan SDM. Simulasi sudah dilakukan sehingga petugas kami tahu langkah apa yang harus ditempuh jika mendapati orang dengan suspect corona,” cetusnya.

KKP juga telah menyiapkan ambulans bertekanan negatif di bandara yang akan digunakan untuk mengangkut orang yang dicurigai suspect corona sehingga virusnya tak menyebar keluar.

“Capsul transport atau kapsul pengangkut juga disiagakan untuk membawa pasien yang suspect Corona dari pelabuhan dan bandara ke rumah sakit rujukan. Kita punya kapsul transport bertekanan negatif di bandara dan pelabuhan,” jelasnya.

“Tenaga medis juga disiagakan. Mereka nantinya yang akan memberi penanganan pertama terhadap suspect corona,” sambungnya.

Baca Juga:  Puluhan Tahun Rusak, Jalan Strategis di Labuhanbatu Akhirnya Diperbaiki dan Diperlebar

Pri Agung menceritakan soal 84 orang yang sebelumnya menjalani karantina rumah, setelah balik dari luar negeri. Ternyata, Sumut merupakan daerah pertama di Indonesia yang menerapkan karantina rumah.

“Langkah ini sebagai antisipasi penyebaran virus. Setelah dipantau selama 14 hari, orang tersebut dinyatakan negatif. Cara ini baru diterapkan setelah Sumut memulainya,” ucapnya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan pihak imigrasi. Di mana, setiap orang yang baru datang dari luar negeri wajib diobservasi. “Jika mereka tidak mau, terpaksa dipulangkan,” tegasnya.

Sejauh ini belum ditemukan adanya warga Sumut yang terjangkit virus mematikan itu. Langkah antisipatif telah dilakukan. Warga juga diminta tidak panik dan selalu menjaga kesehatan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun.

“Semoga ke depan virus ini tak masuk ke Sumut,” pungkasnya. [KM-05]