MEDAN, KabarMedan.com | Stok darah yang tersedia di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan berkurang. Hal ini merupakan dampak dari mewabahnya virus corona atau COVID-19.
Demikian disampaikan Kepala UDD PMI Kota Medan, dr. Harry Butar-butar dalam keterangannya melalui akun Youtube Humas Sumut, Rabu (8/4/2020).
“Kondisi darah di UDD PMI Kota Medan sudah mulai sangat berkurang. Biasanya rata-rata kita punya stok 1.500 kantong untuk memenuhi kebutuhan darah seluruh Kota Medan, sekarang yang ada pada kita hanya sekitar 500 kantong,” katanya.
Ia mengatakan, dalam penyebaran COVID-19 ini bukan berarti penyakit-penyakit lain harus lepas dari perhatian, seperti penyakit kanker dan anemia yang sangat membutuhkan darah.
“Untuk itu kita mengimbau agar seluruh masyarakat Kota Medan terutama pendonor-pendonor rutin pada unit doroh darah PMI Kota Medan, tetap mempunyai keikhlasan hati untuk mendonorkan darahnya,” ujarnya.
Pihaknya memahami bahwa anjuran Pemerintah untuk tetap tinggal di rumah termasuk tidak berkumpul beramai-ramai, membuat PMI telah memikirkan cara-cara donor darah yang aman agar tidak menyebabkan penyebaran virus corona.
Ia mencontohkan, seandainya pendonor ada 100 orang, pihaknya akan hadir dalam donor darah di dalam aula dengan melayani 5-10 orang dengan jarak masing-masing 2 meter.
“Kemudian arus masuk dan keluarnya juga akan kita atur supaya tidak saling bertemu. Sehingga kegiatan donor darah ini bisa aman bagi para pendonor,” ungkapnya.
Ditengah-tengah merebaknya wabah COVID-19, katanya, juga harus dipikirikan bahwa penderita-penderita lain yang sangat membutuhkan darah saat ini.
“Janganlah mereka menjadi korban karena COVID-19 ini,” pungkasnya. [KM-03]














