JAKARTA, KabarMedan.com | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kemarau tahun ini lebih kering dari tahun 2018 lalu.
Akibatnya, diperkirakan 48 juta jiwa di 28 provinsi akan terdampak kekeringan. Bahkan 55 Kepala Daerah telah menetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan.
Kepala Daerah yang telah menetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan ini antara lain berasal dari Provinsi Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rumah Zakat pun telah menyusun rencana penanganan Bencana Kekeringan.
“Kita telah mempersiapkan beberapa rencana untuk penanggulangan bencana kekeringan, yaitu penyaluran air bersih, pembuatan penampungan air, perbaikan atau pembangunan fasilitas penunjang di Sumber Mata Air, pipanisasi dari sumber mata air dan pembuatan sumur hujan,” kata Murni, Jumat (23/8/2019).
Untuk distirbusi air bersih, periode Mei-gustus 2019, Rumah Zakat telah menyalurkan 340.000 L air bersih di 13 titik di 7 provinsi yang terdampak kekeringan dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 17.396 jiwa. Air bersih akan terus didistribusikan hingga bencana kekeringan berakhri.
Sementara, untuk program-program lainnya sedang dalam tahap koordinasi dan konsolidasi, mengingat pembuatan fasilitas mata air atau sumur tadah hujan memerlukan dukungan banyak pihak.
“Bencana kekeringan memang memerlukan penanggulangan bersama, karena air merupakan kebutuhan utama bagi keberlangsungan hidup. Karenanya, mari bersama-sama sediakan air bersih untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkasnya. [KM-03]














