Di Hadapan Mentan, Bupati Sergai Pamer Kualitas Kecambah Sawit

SERGAI, KabarMedan.com | Serdang Bedagai merupakan kabupaten agraris yang sebagian besar kawasannya ditanami berbagai komoditas perkebunan. Ada sekitar 35 perkebunan baik PTPN maupun swasta. Kabupaten ini juga mampu memproduksi kecambah sawit berkualitas ekspor.

Demikian dikatakan Bupati Serdang Bedagai saat launching program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan), Kamis (20/2/2020).

Soekirman mengatakan, banyaknya perkebunan kelapa sawit, wajar jika dari kabupaten ini sudah menghasilkan minyak crude palm oil (CPO) dan kecambah berkualitas.

“Tak hanya hasilkan DPO, kecambah dikirimkan ke Afrika seperti Sierra Leone, Tanzania. Lalu Puerto Rico, negara-negara di America Latin dan Papua Nugini,” ujarnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Tinjau Jalan Rusak di Galang, Pastikan Perbaikan Segera Dimulai dan Galian C Ilegal Ditutup

Soekirman tidak merinci jumlah kecambahnya. Ia mengaku, kecambah itu dihasilkan PT Socfindo yang berada di Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai. Selain itu, katanya, orang-orang dari Serdang Bedagai juga turut membangun pabrik kelapa sawit.

Ada satu permasalahan yang diadukannya kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yaitu tidak dapatnya kecambah dari Serdang Bedagai ke Malaysia. Padahal, katanya, selama ini kecambah dari Malaysia bisa masuk ke dalam negeri.

“Sayangnya ekspor kecambah kita ini Malaysia tidak mau menerima. Impor dari sana ke sini bisa, tapi dari sini ke sana tidak bisa. Ini kurang adil pak, sebagaimana ada dalam perjanjian Asean free Trade Area (AFTA) dan juga GATT (General Agreement on Tariffs and Trade),” ungkapnya.

Baca Juga:  FWP Sumut Gelar Raker, Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemprov

Apalagi kecambah dari Serdang Bedagai sudah teruji memiliki ketahanan terhadap terhadap jamur ganoderma yang menjadi momok oleh para petani ataupun perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan dirinya selaku Menteri Pertanian siap untuk mendukung.

“Mau tanaman pangan ayok. Berapa ribu hektare. Mau kopi, sawit lagi, apalagi kalau mau kambing, mau kerbau. Yang saya siapkan sangat dahsyat adalah Kredit Usaha Rakyat,” pungkasnya. [KM-05]