Dipulangkan dari Malaysia, Ratusan TKI Jalani Karantina di Sumatera Utara

MEDAN, KabarMedan.comĀ  | Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo (eks Bandara Polonia) dijadikan tempat penampungan sementara tenaka kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia. Saat ini, di tempat tersebut sudah disiapkan velbed sebanyak 295 velbed.

Komandan Lanud Soewondo, Kolonel Penerbang Meka Yudanto mengatakan, pada 9 dan 10 April 2020 akan ada kedatangan TKI dari Malaysia dengan tujuan ke Jakarta dan Medan.

Total TKI yang akan datang dari Malaysia sebanyak 524 orang dan dibagi dalam 4 flight (penerbangan).

Di mana, hari ini sudah ada 1 flight yang membawa 130-an TKI sudah mendarat di Bandara Internasional Kuala Namu dan sudah dibawa ke tempat penampungan di Cadika Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Baca Juga:  Bobby Nasution Pastikan Perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan, Pelaku UMKM Galang Optimistis Ekonomi Bangkit

“Flight kedua, nanti sore langsung dibawa ke Bandara Polonia dengan jumlah hampir sama, 130-an. Kemudian dilanjutkan besok lagi, ada flight pagi dan sore direncanakan akan dibawa ke Lanud Soewondo (eks Bandara Polonia) semua,” katanya, Kamis (9/4/2020).

Ia mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi sebelumnya dengan Dinas Perhubungan Sumut, diputuskan pesawat yang membawa TKI mendarat di Bandara Kuala Namu.

“Pertimbangan dari komando atas atau mungkin dari pejabat terkait dan ini terakit dengan masalah perizinan jadi semua sudah direncanakan mendarat di sana,” ujarnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Dukung Penataan Kota dan Penguatan Pelayanan Publik di Tanjungbalai

Sementara untuk keamanan, sudah dikoordinasikan TNI-Polri akan mengawal termasuk bis yang disiapkan Dinas Sosial.

“Terbukti pagi ini sudah dilaksanakan 1 flight TKI mendarat dibawa ke Deli Serdang,” katanya.

Meskipun dari Malaysia para TKI sudah mendapatkan pengecekan kesehatan, namun protokoler kesehatan, saat mereka mendarat akan tetap dilaksanakan. Begitu mendarat, katanya, prosedur kesehatan dari Dinas Kesehatan akan dilaksanakan.

“Datang mengisi data pribadi dulu di situ. Turun dari pesawat akan diterima tim kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, mereka akan disemprot diinfektan, dan dikawal ke tempat karantina,” pungkasnya. [KM-05]