Edy Rahmayadi: Masa Transisi Dilakukan Menunggu Konsep New Normal

MEDAN, KabarMedan.com | Pemerintah Provinsi Sumut menyiapkan kemungkinan penerapan kenormalan baru atau new normal.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku, perlu adanya pengkajian perencanaan terkait hal tersebut.

“Saya menyampaikan dulu begini, new normal itu bukan suatu kegiatan yang selama ini dilakukan oleh rakyat Sumatera Utara. Lantas 2 bulan kita melakukan tugas dalam rangka menangani COVID-19, terus saat ini kita kembali kepada kegiatan yang masa lalu kita itu disebut new normal, oh tidak, bukan gitu,” kata Edy, Jumat (29/5/2020).

Dalam petunjuk perencanaan ini, katanya, ada tiga yang harus diambil, yaitu pertama new normal, kedua adalah berjalan sesuka hati, ketiga survival (bertahan hidup).

“Semua memilih new normal. Apalagi COVID-19 tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir. COVID-19 ini terjinakkan, terselesaikan, kalau ada vaksin ditemukan. Waktu yang ada inilah transisi, kita susun,” ujarnya.

Baca Juga:  Sanggar Belajar Umi Yati Gelar Rangkaian Acara Meriahkan 1 Muharram 1446 Hijriah

“Saya tidak mau top down, saya mau bottom up. Untuk itu, saya keluarkan rencana hari ini adalah transisi untuk menyiapkan konsep-konsep new normal,” tambahnya.

Edy mencontohkan yang memungkinkan menjadi new normal, diantaranya soal salaman dan penggunaan masker.

“Kita terbiasa salaman selama ini, nah ini harus kita hentikan salaman. Kita tak terbiasa gunakan masker, nanti ke depan harus wajib masker. Virus ini belum bisa kita jinakkan,” cetusnya.

Soal pendidikan, kata Edy, dipikirkan aturan-aturan baru sebelum sekolah dibuka kembali.

“Anak sekolah ini sampai kapan mau libur. Kita pikirkan aturan-aturan yang baru, kondisi kelas yang baru, guru-guru yang harus bersih dari kemungkinan-kemungkinan terpapar dari COVID-19.
Sampai saat ini saya belum mengizinkan anak sekolah ini ke sekolah. Tetapi kan tidak boleh selamanya juga anak sekolah ini tak sekolah,” cetusnya.

Baca Juga:  Sanggar Belajar Umi Yati Gelar Rangkaian Acara Meriahkan 1 Muharram 1446 Hijriah

Edy mengatakan, masa transisi akan dijadikan bagian hidup masyarakat.

“Untuk itu kita rencanakan ini. Kita jadikan bagian hidup kita yang disebut katakanlah kita meniru ini namanya new normal. Tapi bukan itu, kita akan melakukan kegiatan-kegiatan dicelah-celah pandemi, tetapi perekonomian ini tetap berjalan. Semua kegiatan tetap berjalan tapi kita berbuat dicelah-celah pandemi,” ungkapnya.

Edy juga mengaku belum bisa menentukan penerapan kebijakan new normal.

“Saya belum menentukan new normal ini kapan, waktunya kan belum. Tergantung ini sekarang konsepnya. Masing-masing kita kan punya 33 kabupaten/kota. Kan tak bisa disamakan Medan dengan Humbahas. Makanya akan kita atur,” pungkasnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.