Ekonomi Sumatera Utara Diprediksi Membaik di Triwulan III

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto.

MEDAN, KabarMedan.com | Ekonomi Sumut diperkirakan mulai membaik pada triwulan III tahun 2020.

Hal ini dikarenakan aktivitas bisnis meningkat di era terkonfirmasi oleh perkiraan kegiatan usaha ke depan yang naik.

Demikian dikatakan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumut Wiwiek Sisto Widayat, Selasa (11/8/2020).

“Daya beli masyarakat diprediksi mulai meningkat seiring dengan kembali beroperasinya sektor-sektor terdampak, serta gencarnya bantuan sosial dari pemerintah,” katanya.

Ia mengatakan, permintaan eksternal untuk komoditas- komoditas unggulan diperkirakan kembali menggeliat, didorong oleh perbaikan ekonomi dunia tercermin dari kenaikan harga di pasar internasional.

Baca Juga:  Selama Libur Sekolah, KAI Divre I Sumut Berangkatkan Lebih Dari 146 Ribu Penumpang

Kendati demikian, perbaikan tersebut diperkirakan masih belum optimal. Hal ini terlihat dari beberapa pergerakan indikator yang belum pulih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Diketahui, pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II tahun 2020 tercatat -2,37% (yoy).

Realisasi ini menurun dari triwulan I tahun 2020 yang masih tumbuh 4,65% (yoy), meskipun masih lebih baik dibandingkan nasional (-5,32% (yoy) dan Sumatera -3,01% (yoy).

“Pertumbuhan Sumatera Utara masih lebih baik dari beberapa daerah lain seperti Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Barat, dan Lampung,” ujarnya.

Baca Juga:  Lakukan Pelanggaran, M. Ali Yusuf Siregar Terancam Pidana dan Pembatalan Cakada

Dari sisi permintaan, kata Wiwiek, kontraksi terutama dipengaruhi oleh penurunan konsumsi dan investasi seiring dengan penurunan aktivitas ekonomi sebagai dampak pandemi COVID-19.

Ekspor juga mengalami kontraksi lebih dalam dari triwulan sebelumnya didorong penurunan tingkat permintaan dunia yang juga terdampak COVID-19.

“Konsumsi pemerintah mampu tumbuh positif sejalan dengan realisasi stimulus ekonomi sehingga menahan penurunan lebih lanjut,” pungkasnya.

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.