Forum Langkat Membangun Serahkan Bantuan Kepada Korban Banjir

Sekretaris Forum Langkat Membangun, Dr. H Ansari Yamamah, MA didampingi Ketua FLM Hidayat Ansari, Herlina Darus dan Camat Tanjung Pura Suriyanto menyerahkan sembako kepada perwakilan warga di Posko Pengungsian di Desa Pekubuan, Kec. Tg. Pura, Selasa (20/1/15).

KABAR MEDAN | Forum Langkat Membangun (FLM) menyerahkan bantuan berupa sembako ke korban banjir Langkat di enam titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Tanjung Pura dan Hinai, Selasa (20/1/15).

Bantuan berupa 1 (satu) ton beras, 61 kotak mie instan, 60 Kg gula pasir dan 6 krat telur ayam tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua Forum Langkat Membangun, Hidayat Ansari, SE, didampingi Sekretaris Dr. H. Ansari Yamamah, MA, Bendahara H.M Syahyan RW, dan pengurus lainnya, Kevi Novlianhar dan Herlina Darus kepada Camat Tanjung Pura Suriyanto, dan perwakilan warga korban banjir yang mengungsi di Posko Pengungsian Desa Pekubuan, Gedung Nasional dan Batu Melenggang Kecamatan Hinai.

Menurut Hidayat, bantuan yang diserahkan Forum Langkat Membangun ke para korban banjir Langkat tersebut merupakan sumbangan warga Langkat di perantauan, seperti di Medan, Pekan Baru, Jakarta dan kota lainnya di Indonesia. Berikutnya dari warga Langkat inggal di Luar Negeri, seperti Canada dan dari para dermawan yang dikumpulkan di “Posko Peduli Banjir Langkat” dipusatkan di Jalan Gagak Hitam No. 96 Medan (Resto Sop Kambing Datuk).

“Apa yang kami lakukan ini sebenarnya belum seberapa. Semua ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Langkat yang terkena musibah banjir,” ucap Hidayat diamini Ansari Yamamah dan pengurus FLM lainnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara, Perusahaan Beri Dukungan Penuh kepada Korban

Disebutkan Hidayat, “Posko Peduli Banjir Langkat” yang dibuka sejak Sabtu (17/1) di Jalan Gagak Hitam Nomor. 96 Medan belum akan ditutup. Posko masih dibuka karena korban banjir Langkat masih membutuhkan bantuan.

“Kita masih menampung bantuan dari para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan ke korban banjir Langkat. Nantinya, setelah terkumpul, kembali  diserahkan ke para korban banjir,” ujar Hidayat.

Hal senada diucapkan Ansari Yamamah di sela-sela penyerahan bantuan di Desa Pekubuan. Menurutnya sudah menjadi kewajiban bagi sesama warga Langkat untuk saling membantu. Harapannya, bantuan yang diberikan warga Langkat yang tinggal di perantauan ke para korban banjir bisa sedikit meringankan beban, terutama  warga Langkat yang tinggal di tempat-tempat penampungan sementara.

“Moga bantuan ini bermanfaat,” papar Yamamah.

Camat Tanjung Pura Suriyanto menjelaskan, meski banjir mulai surut, namun di sejumlah lokasi air masih menggenangi rumah warga, seperti di Desa Pekubuan, Desa Pematang Cengal, dan sebagian di Kelurahan Kota Tanjung Pura. Bagi sebagian  warga yang rumahnya masih terendam banjir, masih belum berani tinggal di rumah. Mereka lebih memilih tinggal di Posko pengungsian.

Baca Juga:  Upaya Mitigasi dan Penyelidikan Dilakukan Pasca Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara

“Mereka masih was-was tinggal di rumah. Apalagi kalau ada kabar, terjadi hujan di atas atau hulu,” papar Suriyanto.
Bantuan berupa sembako, sebut Suriyanto, sejauh ini masih dibutuhkan warga, terlebih lagi yang tinggal di posko pengungsian sementara.

“Bantuan berupa sembako ini, sangatlah membantu warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucap Suriyanto.

Dijelaskan Suriyanto, di Kabupaten Langkat ada lima Kecamatan yang kebanjiran, yakni Kecamatan Batang Serangan, Sawit Seberang, Padang Tualang, Hinai, dan Tanjung Pura. Dari lima kecamatan itu, kecamatan Tanjung Pura dan Hinai yang  masih tergenang air, meski air sudah berangsur surut.

Khusus di  Kecamatan Tanjung Pura, sebanyak 15 desa dari 19 desa yang dilanda banjir  dengan jumlah korban mencapai 8.600 Kepala Keluarga (KK).  Sebanyak 1.600 KK mengungsi ke titik aman, seperti di Gedung Nasional, Desa Pekubuan, Desa Pematang Cengal dan lokasi aman lainnya.

“Diantara pengungsi memang sudah ada yang kembali, tapi sebagian masih tetap bertahan di posko pengungsian,” tandasnya. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.