Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi Dilaporkan ke KPK

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut. (foto: istimewa)

MEDAN, KabarMedan.com | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penerimaan gratifikasi oleh Gerakan Semesta Rakyat Indonesia yang diwakilkan oleh Ismail Marzuki.

Tak hanya itu, mantan Pangdam I Bukit Barisan tersebut juga dilaporkan terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negera (LHKPN).

“Itu pembangunan brojong tanpa ada izin dari kementerian. Itu kan di pinggir sungai, harus ada izin. Kan jadinya ada indikasi (gratifikasi) di situ,” ujar Ismail, Jum’at (14/1/2022).

Baca Juga:  Wow, IM3 Istimewa Hadir untuk Memanjakan Pengguna dengan Rollover Kuota dan Free Adobe Express Premium

Ia juga menyinggung soal LHKPN Edy Rahmayadi di tahun 2019 yang dianggap tidak menampilkan kepemilikan aset secara lengkap.

“LHKPN 2019, dia juga sepertinya belum mencantumkan kepemilikan Taman Edukasi Buah Cakra yang luasnya sekitar 15 hektare lebih di daerah Deli Tua,” tambahnya.

Baca Juga:  Soal Polemik Ijazah Wapres, Bobby Nasution: Setahu Saya Beliau Sarjana

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan laporan tersebut telah diterima pada Kamis (13/1/2022) kemarin.

“Laporannya sudah diterima, kita akan pelajari, analisis dan verifikasi terlebih dahulu,” katanya. [KM-06]

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here