Gugus Tugas Pastikan RS Rujukan COVID-19 di Sumut Masih Mampu Tampung Pasien Corona

MEDAN, KabarMedan.com | Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut terus melakukan contact tracing (penelusuran kontak) untuk mencari kasus positif yang dilakukan dengan pengujian sample secara masif.

Hingga Selasa (7/7/2020) akumulasi jumlah yang sudah diperiksa sebanyak 13.731 spesimen.

“Untuk jumlah terbanyak terdapat di Kota Medan, Deli Serdang, Simalungun dan Pematangsiantar,” kata relawan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut, dr Putri Mentari Sitanggang, Rabu (8/7/2020).

Saat ini sebagian kabupaten/kota di Sumut mengalami peningkatan kasus positif COVID-19. Namun demikian, rumah sakit rujukan COVID-19 di Sumut masih mampu menampung pasien COVID-19.

Baca Juga:  Polres Sergai Tegas Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Lainnya

“Untuk RS GL Tobing, Deli Serdang dari kapasitas 74 pasien, saat ini
menampung 53 pasien COVID-19. Sedangkan RS Martha Friks dengan daya tampung 110 pasien, saat ini sedang merawat 75 pasien,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah akan terus meningkatkan kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 dalam rangka mengantisipasi peningkatan jumlah pasien.

“Minggu depan akan ada penambahan ruang isolasi di RSUP H Adam Malik yang rencananya akan diresmikan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi,” jelasnya.

Gugus Tugas Percepatan Penangangan COVID-19 Sumut juga bekerjasama dengan pihak terkait untuk menambah rumah sakit rujukan COVID-19.

Baca Juga:  Lakukan Pelanggaran, M. Ali Yusuf Siregar Terancam Pidana dan Pembatalan Cakada

“Yang tengah dimatangkan saat ini adalah RS Martha Friska di Jalan KL Yos Sudarso, Medan dan RS Lions Club,” cetusnya.

Pihaknya juga kembali mengimbau pada masyarakat untuk tidak ke luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

“Kita harus memastikan bahwa kita tidak akan tertular oleh penyakit ini, karena tidak ada satu pun yang bisa menjamin bahwa aktivitas kita aman dari kemungkinan tertular COVID-19,” pungkasnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.