Hadapi COVID-19, Edy Rahmayadi Imbau Warga Doa Bersama Secara Serentak

MEDAN, KabarMedan.com | Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengimbau seluruh masyarakat untuk melaksanakan doa bersama secara serentak pada Kamis (14/5/2020).

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memohon dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia khususnya Provinsi Sumut dapat terbebas dari pandemi COVID-19.

Imbuan tersebut berdasarkan Surat Edaran Nomor 440/3859/2020 pada tanggal 8 Mei 2020, terkait dengan pelaksanaan doa bersama secara serentak menghadapi wabah COVID-19.

Surat edaran ini juga sudah disebar kepada seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati/Walikota se Sumut, Kakanwil Agama Sumut, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, praktisi dunia pendidikan/madrasah, pimpinan lembaga pemerintah/non pemerintah serta seluruh masyarakat Sumut.

Baca Juga:  Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Berjalan, Warga Rasakan Dampak Ekonomi dan Mobilitas Meningkat

“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumut untuk melaksanakan doa bersama secara serentak pada tanggal 14 Mei 2020 pukul 12.30 hingga 13.00 WIB,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina, Minggu (10/5/2020).

Pelaksanaan doa bersama diharapkan dilakukan dengan mempedomani tanggal dan waktu pelaksanaan. Dilaksanakan di tempat masing-masing sesuai dengan agama yang dianut, sehingga pelaksanaan doa bersama secara serentak ini tidak dilakukan dengan berkumpul dan membuat keramaian.

Untuk menjaga kekhusukan dalam pelaksanaan berdoa bersama secara serentak tersebut, katanya, maka diminta untuk tidak melakukan kegiatan di jalanan.

“Kita harapkan dalam pelaksanaan doa bersama ini tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga:  PMT Perkuat Budaya Keselamatan Melalui Safety Down di Terminal Kuala Tanjung

Dinilai Langgar Protokol Kesehatan

Ketua Badko HMI Sumut, M Alwi Hasbi Silalahi menilai, ajakan tersebut membahayakan masyarakat.

“Saya sangat heran sekaligus khawatir dengan langkah ini. Saya nilai ajakan doa bersama sangat berpotensi melanggar protokol kesehatan,” ujarnya.

“Bisa saja ini ajakan ini dimaknai untuk berkumpul dalam jumlah yang tidak sedikit. Jika sudah begitu, protokol kesehatan tidak akan bisa diterapkan,” tambahnya.

Kendati demikian, Hasbi mengaku bahwa pihaknya tidak keberatan dengan doa untuk berharap pandemi COVID-19 berakhir di Sumut.

“Doa itu sangat bagus, kita harus senantiasa berdoa sebagai umat beragama. Tapi jangan praktik doa itu malah mendekatkan kita dengan bahaya,” pungkasnya. [KM-03]