Harga Ayam di Medan Anjlok Akibat Pandemi Corona

MEDAN, KabarMedan.com | Para peternak ayam turut terimbas akibat wabah virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, harga ayam di pasaran terus anjlok. Akibatnya, kerugian tidak bisa ditolak.

Salah seorang peternah ayam di Desa Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Muslim mengaku, sudah sejak 3 Minggu terakhir merugi.

“Sejak adanya virus corona sudah 3 Minggu kami merugi,” katanya, Kamis (9/4/2020).

Ia mengatakan, saat ini peternak ayam merugi karena harga jual lebih rendah dari pada harga produksi.

“Ongkos produksi Rp17 ribu, harga jual Rp 10.000. Peternak merugi Rp 7.000 per kg,” ucapnya.

Baca Juga:  Pemprov Sumut Hentikan Aktivitas Tambang Ilegal di Deliserdang dan Sergai, Pelaku Usaha Diminta Urus Izin

Ia mengatakan, harga pakan juga melonjak naik karena harga bahan baku mahal. Sebelum merebaknya virus corona, katanya, harganya di kisaran Rp 18.000 – Rp 20.000.

“Jika ini berkelanjutan tidak bisa diatasi maka peternak akan gulung tikar,” ungkapnya.

Dirinya berharap, pemerintah dapat memperhatikan dan membahas dampak penurunan harga jual ayam dari peternak ke pasar. Salah satunya dengan duduk bersama dengan para peternak untuk menentukan harga pasar.

“Setidaknya jika rugi tidak terlalu besar seperti dipatok harga jual berapa. Jangan terlalu jauh dengan ongkos produksi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Pastikan Sumut Berkomitmen untuk Pengembangan Industri dan Ekonomi

Seorang pedagang ayam di Pasar UK, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Sulaiman mengaku, meski harga ayam turun dari kisaran Rp28.000-Rp 30.000 per kg menjadi Rp20.000 per kg tidak turut mengerek penjualan.

“Meski harganya turun, tetap aja penjualannya. Tidak tiba-tiba melonjak pembelinya. Minat pembeli tidak seperti biasanya kalau harganya murah,” jelasnya.

Ia mengaku, jika biasanya menjual 20-25 kg per hari, dengan harga yang lebih murah saat ini ia bisa menjual 30 kg.

“Nggak tahu kenapa. Untungnya juga lebih tipis,” pungkasnya. [KM-05]