Harga Pertamax Diprediksi Naik Mulai 1 April 2022, Erick Thohir Minta Maaf

Erick Thohir (Ist)

JAKARTA, KabarMedan.com | Pertamina diprediksi akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 92 atau Pertamax mulai besok, Jum’at (1/4/2022). Harga Pertamax diduga akan naik mencapai kisaran Rp16.000, dari harga yang saat ini dijual senilai Rp9.000 hingga Rp9.400 per liter.

Kenaikan harga Pertamax diakibatkan dengan melonjaknya nilai minyak dunia. Sementara Pertamax bukan jenis BBM yang disubsidi pemerintah.

Atas hal tersebut, Menteri Badan Usahan Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan permintaan maafnya jika harga Pertamax naik.

“Pemerintah sudah memutuskan bahwa Pertalite jadi subsidi, sementara Pertamax tidak. Jadi kalau Pertamax naik, mohon maaf. Nanti 1 April ditunggu,” ujarnya, Kamis (31/3/2022).

Sebelumnya kemungkinan tersebut disampaikan oleh Kementerian ESDM yang telah menghitung bahwa Pertamax berkemungkinan akan naik mencapai Rp16.000 berdasarkan pasaran minyak dunia.

Baca Juga:  Sistem Kelistrikan Sumatra Berangsur Pulih, PLN Lakukan Penormalan Layanan

Komisi VI DPR-RI bahkan telah memberikan sinyal restu kepada PT Pertamina (Persero) untuk menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis bensin dengan nilai oktan (RON) 92 atau Pertamax dengan pasaran dunia.

Hal itu disampaikan dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP)  bersama Pertamina, oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Aria Bima. Menaikkan harga Pertamax agar sesuai dengan harga pasaran juga dinilai dapat membantu perusahaan migas pelat merah itu tidak kandas dalam keuangan.

“Komisi VI DPR-RI mendukung agar adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak non subsidi mengikuti harga keekonomian minyak dunia. Ini untuk menjamin kesehatan keuangan Pertamina dalam menjalankan tugas pemerintah,” ujarnya, Selasa (29/3/2022).

Baca Juga:  Dukung Asta Cita Pemerintah, Pegadaian Kukuhkan Posisi sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia

Sebelumnya, Pertamina telah melakukan penyesuaian dengan menaikkan harga BBM non subsidi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada awal Maret 2022 lalu. Namun kenaikan itu belum menyentuh Pertamax.

Dalam rapat bersama DPR-RI, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati meminta dukungan agar pihaknya dapat menaikkan harga Pertamax. Hal itu guna menyikapi harga minyak mentah dunia yang mencapai di atas US$ 100 per barel.

“Pertamax digunakan untuk mobil bagus, jadi sudah sewajarnya dinaikkan karena ini bukan masyarakat miskin,” tutur Nicke. [KM-06]