MEDAN, KabarMedan.com | Peringatan hari migran sedunia diwarnai dengan kegiatan gerak jalan santai (fun walk), pada Jum’at (13/12/2019), yang diikuti sekitar 80 orang migran (pengungsi) dari berbagai negara.
Mereka mengikuti gerak jalan sejauh 5 kilometer dari Kantor Camat Medan Tuntungan menuju kawasan wisata Namo Gajah. Selama berjalan, para peserta tampak mengutip sampah plastik lalu dimasukkan ke dalam kantung plastik yang dibawa secara bersamaan dengan rekannya.
Sampah dalam plastik tersebut lalu dikumpulkan di lokasi kegiatan. Salah satu bentuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, panitia membagikan 1.000 botol minum.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution, Wakil Konsul Amerika serikat untuk Sumatera Jessica Panchatha, Head of Regional Office International Organization of Migration (IOM) Medan Mariam Khokhar..
Kegiatan ini juga dibarengi dengan kampanye pengurangan plastik sekali pakai dan penanaman 1.000 batang pohon di bantaran Sungai Belawan.
Head of Regional Office International Organization of Migration (IOM) Medan, Mariam Khokhar, mengapresiasi Pemko Medan yang turut memelihara lingkungan.
Ia mengaku, Kecamatan Medan Tuntungan memiliki hubungan spesial dengan IOM Medan karena banyaknya pengungsi di daerah ini.
“Para pengungsi tersebut juga menjadi bagian dari komunitas ini,” katanya.
Pada pengungsi, sebagian berada di lokasi ini dan memberikan banyak kontribusi. Mereka juga ikut membersihkan lingkungan dan masjid. Mereka juga membuat perabot yang disumbangkan ke panti asuhan dan panti jompo.
“Mereka juga mengunjungi panti asuhan dan panti jompo meskipun kami ketahui kehidupan para pengungsi tidak gampang karena menunggu di sini, tapi mereka juga ingin berkontribusi selama berada di sini,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Plt. Walikota Medan Akhyar Nasution mengatakan, pengungsi dari Somalia, Sudan, Iran, Palestina, Rohingnya merupakan saudara di dalam kemanusiaan.
“Kami warga negara Indonesia yang warga Medan, silakan saudara-saudara kami bertempat tinggal di Medan, sembari menunggu untuk ditempatkan di negara berikutnya. Kami terima sebagai saudara-saudari kami,” katanya.
Akhyar menambahkan, sembari menikmati suasana di Sungai Belawan yang masih bersih dan berharap sungai-sungai lainnya juga bersih. Namun demikian, diperlukan upaya keras untuk mewujudkan cita-cita menjadikan sungai bersih.
“Kalau kita punya semangat yang sama, sungai ini dapat seperti ini. Sungai bukan tempat sampah, tapi kalau kita anggap sungai sebagai tempat sampah, sungai akan menjadi kotor,” ujarnya.
Setelah sampah bisa dibersihkan dan kepedulian masyarkaat bisa terbangun, maka hal lainnya akan lebih mudah dilakukan.
“Kita mengajak warga agar tidak pernah berhenti bersihkan sampah. Jika ini saja tidak mampu dikerjainnya, saya tak yakin hal lainnya bisa sukses, karena ini tanpa modal. Hanya kemauan dan kepedulian,” katanya.
Sementara itu, Wakil Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera, Jessica Panchatha kepada wartawan memberikan tanggapan singkat.
“Hari ini saya mengikuti fun walk untuk memeringati hari migran sedunia yang diselenggarakan IOM di kecamatan ini. Kita berpartisipasi dalam penanaman 1.000 pohon dan kampanye untuk mengurangi plastik sekali pakai,” pungkasnya. [KM-05]














