Hilal Tak Terlihat, PBNU Tetapkan Awal Ramadhan Jatuh Pada Tanggal 3 April 2022

JAKARTA, KabarMedan.com | Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampai hasil rukyatul hilal yang dilakukan pada hari ini. Ia menyebut metoda yang digunakan telah sesuai dengan norma-norma yang telah ditetap pada muktamar ke-34 yang telah dilaksanakan di Lampung pada beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, hasil tersebut juga memperhatikan kesepakatan dengan negara-negara Asean lainnya seperti Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura.

Yahya mengungkap, proses rukyatul hilal dilkukan di 50 lokasi berbeda di seluruh Indonesia. Namun dari laporan yang diterima dari lokasi, tidak ada hilal yang terlihat.

“Di tanggal 29 Sya’ban 1443 Hijriah atau 1 April 2022 masehi, telah dilkukan rukyatul hilal di beberapa lokasi, yaitu di 50 lokasi yang ditentukan di seluruh Indonesia. Dan berdasarkan laporan PBNU di seluruh lokasi dilakukan rukyatul hilal, itu tidak berhasil dilihat hilal. Dengan demikian umur bulan Sya’ban adalah 30 hari,” ujarnya, Jumat (1/4/2022).

Baca Juga:  Sistem Kelistrikan Sumatra Berangsur Pulih, PLN Lakukan Penormalan Layanan

Atas hal tersebut, disampaikan Yahya bahwa PBNU menetapkan bahwa awal Ramadhan akan jatuh pada hari Minggu tanggal 3 April 2022 mendatang.

“Atas dasar istikmal itu, dengan ini PBNU memberitahukan bahwa awal bulan Ramadhan 1443 Hijriah akan jatuh pada hari Ahad atau tanggal 3 April 2022 Masehi,”tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, sidang isbat dilaksanakan di Auditorium HM. Rasjidi Kemenag, Jalan MH Thamrin Jakarta, sidang tersebut akan dilaksanakan secara hybrid.

“Karena masih pandemi, sidang akan digelar secara hybrid, dalam arti gabungan antara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan,”ujar Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Kamis (31/3/2022).

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib menambahkan, Sidang Isbat akan melibatkan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama, duta besar negara sahabat dan perwakilan ormas islam. Tak hanya itu, sidang juga melibatkan perwakilan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, BMKG, dan undangan lainnya.

Baca Juga:  Kunjungi Pusat Pengatur Beban Sumatra, Dirut PLN Pimpin Upaya Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatra

Ia menerangkan, Sidang Isbat akan dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadhan 1443 H berdasarkan hasil hisab (perhitungan ekonomi). Pemaparan dilakukan oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag dan akan disiarkan melalui live streaming.

Pada tahap kedua, pelaksanaan Sidang Isbat akan dilakukan secara tertutup. Selain data hisab (informasi), Sidang Isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag  di berbagai lokasi di Indonesia.

“Tahap ketiga, konferensi pers hasil Sidang Isbat akan disiarkan langsung oleh TVRI dan media sosial Kemenag,” pungkasnya. [KM-06]